SUATU tolok ukur baru dalam pengembalian utang dikemukakan oleh Fraksi Karya Pembangunan dalam acara Pemandangan Umum APBN 1993/94. Fraksi ini menyatakan, bahwa cicilan utang sebesar Rp.16.711,9 milyar atau sekitar 55,7% dari pengeluaran rutin (Rp.29.959,8 milyar) terasa sangat memberatkan. Fraksi ABRI menyoroti Bantuan Luar Negeri (BLN). Fraksi ini menyarankan agar Pemerintah mulai mengurangi BLN dan memobilisasi dana dalam negeri. Kedua topik tersebut merupakan masalah yang perlu ditanggapi secara positif.