Prisma

Pengkajian Ulang Strategi Pembangunan Nasional

Penekanan aspek pemerataan dalam pembangunan untuk jangka pendek memang dapat mengurangi laju pertumbuhan. Tetapi strategi demikian akan bisa mengukuhkan landasan produksi dalam negeri, yang pada gilirannya akan mampu meredam berbagai kerawanan dan menjamin kesinambungan pembangunan jangka panjang. Ia – strategi pembangunan yang bisa disebut “benar” – akan lebih berhasil menaikkan daya beli golongan terbesar masyarakat Indonesia: petani.

MESKIPUN karena alasan politik banyak kecenderungan orang menahan diri membicarakan perubahan atau peninjauan kembali strategi pembangunan nasional, secara diam-diam “orang-orang serius” (pemikir-pemikir politik, filosof, pengusaha, orang-orang pers, sipil maupun militer) memang sedang memprihatinkannya, terutama sejak 1981/82, pada saat harga ekspor minyak mulai anjlok dan resesi dunia merajalela. Memang sistem pembangunan nasional, khususnya sistem pembangunan ekonomi, harus tetap berpedoman pada Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945, sehingga tidak perlu ada keinginan perubahan. Masalahnya justeru terletak pada perlu tidaknya perubahan strategi untuk lebih menjamin berjalannya sistem yang sudah kita sepakati itu.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan