Prisma

Penyerapan Tenaga Kerja di Pedesaan Jawa*

Kesempatan kerja di luar pertanian bagi penduduk desa mungkin lebih banyak ditunjang pengeluaran pemerintah daripada dirangsang pertumbuhan pertanian itu sendiri. Bila masalah kesempatan kerja di luar pertanian hendak ditangani sungguh-sungguh, dibutuhkan studi tentang sifat kaitan antara pasar barang dan pasar tenaga kerja antara desa, kota kecil dan kota besar, yang dikaitkan dengan pola penggunaan penghasilan yang diperoleh dari revolusi hijau.

DASAWARSA 70-an dan awal 80-an ditandai dengan perubahan ekonomi yang luar biasa di pedesaan Jawa. Penyebaran teknologi baru, pertumbuhan produksi padi yang pesat, dan pengeluaran pemerintah yang menanjak khususnya bagi perbaikan jalan di pedesaan serta prasarana sosial, secara keseluruhan telah memberikan dampak yang besar bagi kondisi ekonomi serta struktur lapangan kerja di pedesaan. Pertumbuhan pesat lapangan kerja luar pertanian telah dikemukakan sebagai salah satu ciri utama perubahan kesempatan kerja di pedesaan.1


* Karangan ini merupakan revisi terhadap makalah berjudul Rural Employment Creation in Java: Lessons from the Green Revolution and Oil Boom yang disampaikan pada Seminar Strategi Pembangunan Pedesaan, Yogyakarta 1-3 Oktober, 1987. Penulis mengucapkan terima kasih atas usul perbaikan yang diterima dari peserta seminar dan khususnya kepada Peter McCawley untuk komentar terinci yang sangat berguna.

1 Lihat misalnya William Collier et al., ‘Acceleration of Rural Development in Java’, Bulletin of Indonesian Economic Studies 18(3), 1982, 84-101 dan Gavin Jones, ‘Links Between Urbanization and Sectoral Shifts in Employment in Java’, Bulletin of Indonesian Economic Studies, 20(3), 1984, 120-57.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan