Pendahuluan
D alam usaha mengatasi masalah kenaikan jumlah penduduk di Jawa yang sangat mengkhawatirkan itu, kita bisa menyebut paling sedikit dua kriteria yang harus dipenuhi untuk mensukseskan usaha membatasi jumlah kelahiran atau usaha program keluarga berencana. Pertama, dari segi pemerintah atau lembaga-lembaga yang bertanggung-jawab, harus disediakan keterangan-keterangan, alat-alat atau obat-obat pencegah kehamilan bagi rakyat : yang aman, murah dan mudah dipakai (lewat klinik-klinik Keluarga Berencana misalnya). Kedua, dari segi rakyat, para calon ibu serta suaminya harus memiliki keinginan sendiri untuk membatasi jumlah anak mereka. Sehubungan dengan syarat yang kedua ini, telah tersedia beberapa penelitian kwantitatif1 yang menganalisa sikap-sikap dan kebiasaan orang Jawa mengenai kesuburan, jumlah anak yang diinginkan mereka dan seterusnya. Selain itu, berbagai studi kwalitatif (hasil-hasil penelitian antropologi)2 yang membenarkan bahwa sebagian besar pasangan suami-isteri di pedesaan maupun di kota ingin memiliki banyak anak — suatu sikap yang seimbang dalam prakteknya dengan tingkat kesuburan yang cukup tinggi. Nyatanya memang benar bahwa “Nilai yang diberikan masyarakat Jawa pada keluarga yang penuh dengan anak-anak tidak bisa dibesar-besarkan . . . di seluruh spektrum sosial, anak-anak diinginkan dalam kelimpahan”. (Nilai yang diberikan oleh masyarakat Jawa terhadap keluarga beranak banyak tidak dapat kita besar-besarkan . . . bagi semua lapisan sosial, diinginkan anak dalam jumlah berlimpah-limpah)3.
1 Kumpulan Ichtisar Hasil-hasil Penelitian Keluarga Berencana 1961–1972, disusun oleh BKKBN bekerjasama dengan LP3ES dan PKBI (Jakarta 1972), mengumpulkan hasil-hasil dari 41 usaha penelitian mengenai keluarga berencana dan bidang-bidang lain yang bersangkutan.
2 Lihat misalnya H. Geertz, The Javanese Family, The Free Press, 1961; R. Jay, Penduduk Desa Jawa, MIT Press 1969; Koentjaraningrat, “Tjelapar: Sebuah Desa di Jawa Tengah Bagian Selatan” dalam Masyarakat Desa di Indonesia Masa Ini, Jakarta t.t. Bab VII.
3 Jay, opt. cit. Hal. 97.