Prisma

Peranan Industri Kecil dalam Pembangunan Ekonomi

Pendahuluan

Di Indonesia, nisbah antara industrialisasi dan pembangunan pertanian, hampir-hampir tidak pernah diperbincangkan sebagai masalah yang mengandung dilemma dan kontroversi sebagai persoalan strategi. Sebaliknya, dengan mengambil slogan “pertumbuhan seimbang”, kedua sektor industri-pertanian ini dianggap sama pentingnya dan antara keduanya dicarikan bentuk saling hubungan yang serasi dan saling bergantung serta dihindarkan dari persoalan “pertumbuhan yang tidak seimbang” yang berarti pemilihan pada suatu prioritas tertentu dalam tahap-tahap yang ditentukan dalam strategi pembangunan. Sikap ini mungkin memang paling tepat bagi Indonesia, namun, memperbincangkan hubungan antara industrialisasi dan pembangunan pertanian ini secara tajam, sebenarnya bisa melahirkan fikiran-fikiran yang kritis dan korektif dan di lain fihak juga bisa melahirkan gagasan-gagasan yang kreatif.

Tentang pentingnya peranan dan kedudukan sektor industri, tentu tak bisa dibantah. Namun yang menjadi soal adalah kapan dan dengan cara bagaimana proses ini hendak dilakukan, atau dengan perkataan lain, apa yang sebenarnya dimaksud dengan industrialisasi itu di suatu negeri yang bersangkutan?. D. Seers, dalam pembahasannya mengenai peranan industri dalam pembangunan, antara lain menunjukkan berbagai fallacies atau salah pengertian tentang hal ini, umpamanya: anggapan bahwa pembangunan industri lebih penting dari pertanian yang mengakibatkan tekanan yang berlebih-lebihan dalam memandang pentingnya sektor industri; bahwa pertumbuhan industri manufaktur akan mampu menyediakan lapangan kerja banyak dan karena itu akan menyerap angkatan kerja jumlah besar; bahwa industrialisasi bisa menurunkan penggunaan mata uang asing dan menghemat devisa, serta sikap untuk melaksanakan demikian saja proses industrialisasi dengan mengabaikan salah satu ajaran ekonomi klasik tentang perbandingan ongkos (comparative cost) dan keuntungan (comparative advantage) antar negara. Kesemuanya ini menurut Seers, sebenarnya menghadapkan negara-negara berkembang pada berbagai dilemma.1


1 D. Seers “The Role of Industry in Development: Some Fallacies”, dalam I. Livingstone (ed.), Economic Policy for Development, Pinguin Modern Economic Readings, Middlesex, 1971, hal. 250-255.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan