Pendahuluan Sebagai salah satu negara sedang berkembang, Indonesia dewasa ini berusaha keras mengadakan penyesuaian dan peningkatan kemampuan di segala bidang bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsanya. Nilai-nilai lama nampaknya ditinggalkan dan diganti dengan nilai-nilai baru yang bersumber kepada inspirasi pembaharuan dan pembangunan yang telah dirumuskan dengan baik dan sempurna. Nilai-nilai ini jugalah yang menjadi kekuatan pendorong bagi pembentukan generasi muda khususnya dan bangsa pada umumnya yang lebih bertanggungjawab, lebih mampu serta memiliki kesadaran nasional yang lebih tinggi. Sebagai suatu negara yang sedang berkembang, kita harus berjuang mendapatkan identitas yang terhormat dan disegani negara-negara lain di dunia.
Namun, dalam memperjuangkannya, kita tidak boleh terjerumus menjadi budak dari perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus segera menerapkan peranan baru manusia Indonesia dalam proses kerja yang lebih produktif yang dilandasi oleh tata-cara hidup sehari-hari yang lebih baik.
Proses kerja yang lebih produktif membutuhkan kemampuan intelegensia manusia yang lebih besar. Dengan perkataan lain, kita harus memiliki corak berpikir baru yang jauh melihat ke depan. Bahkan yang dipikirkan sekarang, juga merupakan penerapan kemungkinan-kemungkinan strategis di kemudian hari.
Kita menyadari bahwa kebutuhan akan kesegaran jasmani, kegiatan jasmani, intensitas dan frekwensi gerakan, yang di masa lalu menjadi syarat utama, harus ditingkatkan ke taraf yang lebih tinggi di mana kelincahan, ketepatan, kekuatan, daya tahan, keharmonisan serta keseimbangan antara elemen-elemen gerakan dalam proses kerja yang diutamakan. Kemampuan dan ketangkasan gerakan manusia tidak boleh diabaikan dalam perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini. Selain daripada itu ekses negatif yang terjadi akibat masyarakat cyber-cultur di mana manusia diganti oleh mesin dalam banyak hal, harus kita atasi dengan memberikan kesempatan-kesempatan yang lebih luas untuk mengisi waktu terluang dengan efektif. Kemudian, kalau manusia Indonesia ingin berhasil memelihara dan mencintai alam sekitarnya serta bermaksud mengelola secara optimal sumber alam yang potensiil di daratan maupun di lautan, maka perlu dicarikan bentuk kegiatan jasmani dan gizi yang lebih sesuai. Tubuh manusia mudah menyesuaikan diri, namun perlu dicari bentuk bagi cara memelihara kesehatan dan kesegaran jasmani.