Prisma

Perang Moro: Warisan Kultural dan Diskriminasi

Cesar Adib Majul, Dinamika Islam Filipina, Jakarta: LP3ES, 1989, 190 halaman

BUKU karangan Cesar Adib Majul yang dibagi dalam delapan bab ini, secara sistematik dan rasional mentayangkan tentang problematika masyarakat Islam di Filipina. Ia secara lugas dan cermat memperlihatkan bagaimana kedudukan masyarakat Islam semasa kolonial sampai dengan era kemerdekaan dan akhirnya pada masa pembangunan. Dalam masa-masa tersebut kedudukan dan peranan masyarakat Islam selalu mendapat tekanan dan diskriminasi, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun sosial. Dengan situasi yang demikian, masyarakat Islam Filipina melakukan protesnya baik itu secara “konsepsional” maupun dengan kekuatan senjata. Timbulnya berbagai persoalan ini tidak lain sebagai antitesa terhadap lingkungannya yang mendiskritkan dan menindas hak-hak asasi manusia. Atas gambaran itu, Majul memaparkan tentang sejarah pergolakan Islam Filipina yang terus berkelanjutan hingga kini.

Sebelum memasuki kajian terhadap buku ini, maka ada baiknya terlebih dahulu melihat integritas intelektual dari penulisannya. Menurut Taufik Abdullah, dari karyanya yang berjudul The Political and Constitutional Ideas of the Philippines Revolution (1957), dan biografi Apolinario Mabini (1964), telah menempatkan Majul sebagai ilmuwan dan cendekiawan yang sangat disegani. Pendekatan yang dilakukannya bertolak dari paradigma kultural yang bercorak nasional, dan ini yang membuat seringkali ia dijuluki sebagai ilmuwan dan cendekiawan “nasional”, ketimbang untuk mempedulikan masalah keislaman. Namun, julukan itu tidaklah seluruhnya benar, mengingat ia setapak demi setapak telah pula mulai memperlihatkan dirinya sebagai seorang yang menyuarakan hati nurani bangsa, dengan lebih khusus menyoroti masalah Muslim sebagai persoalan dari integrasi nasional yang paling mendasar. Dengan keperduliannya inilah maka ia dengan sendirinya mendapatkan tempat yang khusus di kalangan masyarakat Muslim Filipina, baik dari golongan “moderat” maupun “radikal” (hal. xi – xiii).

Dalam buku Dinamika Islam Filipina, terlihat dengan jelas bagaimana Majul ingin mengingatkan bahwa timbulnya pergolakan di Filipina tidak hanya semata-mata disebabkan oleh faktor ketidakpuasan orang-orang Islam saja. Namun, pergolakan ini juga dipengaruhi oleh gerakan pembaharuan di dunia Muslim lainnya. Menurutnya, secara langsung atau tidak, hal ini telah memperkuat sikap orang muslim Filipina untuk memelihara integritas ummat, atau komunitas Islam dalam menolak penindasan dan diskriminasi yang begitu sistematik terhadapnya.

Dengan analisis yang empiris Majul mengajukan 3 tesis untuk dapat memahami timbulnya gerakan sosial yang dilakukan oleh masyarakat Islam Filipina. Pertama, dalam menafsirkan pergolakan di Filipina kita harus lebih dahulu mengetahui warisan apa yang diberikan oleh masyarakat Islam. Kedua, kita harus mempertimbangkan sejarah dari kelompok-kelompok Muslim tersebut yang terkait dengan sejarah Nasional. Sedangkan yang ketiga, kita harus melihat sesuatu mengenai hubungan mereka, tidak hanya dengan orang-orang Islam di mana saja, tetapi juga dengan mayoritas masyarakat bukan Islam di negara mereka sendiri yang jauh lebih banyak (hal. 1-2). Dengan tiga tesis ini, menurutnya, pemahaman terhadap pergolakan masyarakat Islam Filipina akan lebih adil, seimbang dan juga rasional.

Pendekatan yang diberikan Majul ini, ternyata tidak jauh berbeda dengan pendekatan yang digunakan ilmuwan sejarah lainnya. Sebagai contoh Deliar Noer dengan studinya tentang Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Ia berbicara tentang bagaimana pengaruh gerakan Islam Internasional terhadap cakrawala berpikir masyarakat setempat. Lain daripada itu, pergolakan tersebut merupakan antisipasi masyarakat terhadap sistem yang bersifat tidak adil dan sangat tidak wajar. Lebih jauh dari itu, ini pun timbul sebagai hasil desakan masyarakat (social pressure) untuk mencari-cari sebuah format baru yang dapat melindungi komunitas mereka dari desakan sistem yang bersifat diskriminatif. Melalui cara itu pula terlihat bahwa Majul berpretensi juga untuk menguak pergulatan yang terjadi di masyarakat Islam Filipina.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan