Ciri-ciri pendidikan migran Sumatera Barat dan migran Jawa Barat di Jakarta, berbeda menyolok sebagaimana ciri pendidikan di daerah asal mereka juga berbeda. Itu terjadi, pada dasarnya karena kegagalan sistem pendidikan kolonial Belanda dan pendidikan Islam moderen yang melakukan penetrasi ke pedesaan Jawa Barat. Di Sumatera Barat, kedua-duanya relatif berhasil menerobos ke pedesaan. Di sini, Tamrin Amal Tomagola menguraikan tiga faktor lain yang juga memberikan pengaruh: perbedaan struktur kekerabatan dan pemukiman pedesaan, hubungan desa-kota, dan reaksi elite desa terhadap gagasan pendidikan dari luar.
* Tulisan dengan pendekatan sejarah sosial ekonomi ini adalah hasil-sarian dari M.A. Thesis penulis berjudul: The Differential Educational Characteristics of West Sumatran and West Javanese Migrants in Jakarta: A Socio-Historical Approach. (Canberra: The Australian National University, 1982).