Dalam memusatkan perhatian kami pada masalah-masalah pokok dan prospek-prospek yang dihadapi perekonomian Indonesia menjelang tahun 2000, maksud utama kami bukanlah sekedar melibatkan diri ke dalam berbagai spekulasi mengenai kemungkinan tingkat hidup di Indonesia selama dua atau tiga puluh tahun mendatang. Sebaliknya, maksud kami ialah untuk memusatkan perhatian pada beberapa masalah pokok yang akan dihadapi perekonomian Indonesia dalam beberapa dasawarsa mendatang, dan berdasarkan itu, mengetahui prospek-prospek pembangunan ekonomi yang mungkin terjadi. Dengan cara ini akan diperoleh pengertian yang lebih baik mengenai kekuatan-kekuatan pokok yang akan menentukan perkembangan perekonomian Indonesia selanjutnya dan sampai seberapa jauh kita dapat mempengaruhi kekuatan-kekuatan ini sedemikian rupa, sehingga dapat menuntun perkembangan ini ke arah yang dikehendaki. Dengan memperoleh pengertian ini, kita juga akan mampu pada waktunya mengembangkan berbagai pengaturan kelembagaan yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah ini secara efektif. Dalam menggambarkan sketsa (contour) perekonomian Indonesia menjelang tahun 2000, kami akan berusaha menjauhkan diri dari dua hal yang ekstrim, yaitu menyajikan suatu gambaran tentang masa depan yang terlalu bagus atau yang terlampau suram. Gambaran semacam itu tidak berguna, dan malahan dapat mengalihkan perhatian kita dari masalah-masalah riil jangka panjang, yang akan dihadapi negeri ini. Dilihat dari perspektif jangka panjang, variabel utama dalam setiap perhitungan apapun yang berhubungan dengan tugas-tugas yang ditetapkan sesuatu bangsa bagi dirinya sendiri, adalah faktor penduduk. Perkembangan jumlah dan struktur penduduk banyak menentukan sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh sesuatu bangsa dalam suatu jangka waktu tertentu, seperti misalnya meningkatkan tingkat hidup dari lapisan penduduk termiskin di atas suatu tingkat hidup minimal, penyediaan fasilitas-fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai, mengurangi ketergantungan yang terlampau besar pada bantuan luar negeri, dan sebagainya. Dengan mengambil penduduk sebagai variabel utama, kita dapat mengkaji pengaruh sentuh laju pertumbuhan penduduk terhadap berbagai aspek dari kehidupan sosial ekonomi, seperti hasil produksi pertanian, kesempatan kerja, urbanisasi dan lain-lain. Proyeksi terakhir dan yang paling berwenang mengenai pola-pola pertumbuhan penduduk yang mungkin dapat terjadi, telah dilakukan oleh N. Iskandar.1
* Tulisan ini adalah hasil penyempurnaan atas kertas kerja yang pada mulanya disampaikan pada Simposium tentang Energi, Sumber-sumber Alam dan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975. Penulis berterima kasih kepada M. Arsjad Anwar, Deputy Direktur Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, yang sudi memberikan bahan-bahan mengenai perkiraan (estimasi) performans perekonomian Indonesia masa lalu dan arahnya di masa depan, yang memungkinkan penulisan kertas kerja ini. Bagaimana juga, interpretasi data adalah tanggung jawab penulis.
1 N. Iskandar, Kapan Z.P.G. di Indonesia? (Jakarta: Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1974) hal. 15-16.