Selama ini perencanaan pembangunan wilayah dan pedesaan di Indonesia merupakan sesuatu masalah penting. Kegagalan pembangunan di wilayah-wilayah ini jelas akan memberi dampak negatif terhadap perencanaan pembangunan perkotaan dan pembangunan secara keseluruhan. Karena itu salah satu tujuan pembangunan wilayah dan pedesaan adalah bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan perkotaan dengan pembangunan pedesaan melalui investasi sumber daya manusia, modal, dan infrastruktur yang seimbang antara keduanya. Tulisan ini hendak membahas perencanaan pembangunan wilayah dalam konteks pencapaian pertumbuhan, pemerataan, dan keberlanjutan.
Perencanaan pembangunan wilayah dan pedesaan dianggap penting, karena kegagalan pembangunan di wilayah ini akan memberi dampak negatif terhadap pembangunan secara keseluruhan. Kegagalan pembangunan wilayah dan pedesaan, umpamanya, akan menimbulkan derasnya migrasi penduduk yang berlebihan dari wilayah pedesaan ke kawasan kota, yang selanjutnya akan menimbulkan persoalan bagi masyarakat kota yang sudah terlalu padat, sehingga menimbulkan kongesti, permukiman kumuh yang pada gilirannya menurunkan produktivitas kawasan perkotaan. Karena itu, salah satu tujuan pembangunan wilayah dan pedesaan adalah bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan perkotaan dengan pembangunan pedesaan melalui investasi sumber daya manusia, modal dan infrastruktur yang seimbang antara keduanya.
Perencanaan pembangunan wilayah diartikan sebagai suatu proses atau tahapan pengarahan kegiatan pembangunan di suatu wilayah tertentu yang melibatkan interaksi antara sumber daya manusia dengan sumber daya lain, termasuk sumber daya alam, dan lingkungan melalui investasi. Pengertian wilayah di sini pada dasarnya dipusatkan pada cakupan ruang (daratan) yang menjadi tempat kehidupan manusia dan komponen-komponen pendukungnya yang lebih besar dari kawasan kota (ruang supra urban). Untuk memperbaiki kehidupan (kesejahteraan) masyarakat dalam wilayah yang bersangkutan, diperlukan berbagai kegiatan investasi yang juga melibatkan hubungan-hubungan interdependensi antarmanusia yang terlibat di dalamnya, sehingga dapat diperoleh manfaat atau nilai tambah yang memenuhi kebutuhan konsumsi yang mendukung kehidupan di masa mendatang secara berkelanjutan.