Golongan menengah di Indonesia mengalami masa pasang-surut sejak zaman penjajahan. Peranan ini pernah beralih di ke tangan kapitalis pariah Cina, yang mendapat kesempatan menjadi golongan menengah dari pemerintahan di masa itu. Kapitalis pariah ini terus berperan sampai sekarang. Namun sejak awal tahun 1960-an pergeseran mulai terjadi. Golongan menengah yang memiliki berbagai fasilitas mulai mengimbangi peranan kapitalis pariah ini. Hanya saja, menurut Loekman Soetrisno, peranan golongan menengah di Indonesia sebagai kelompok pembaru masih sulit diharapkan, karena panjangnya birokrasi menghambat gerak mereka.