Prisma

Perilaku Sex dan Fertilitas

Bahwa dorongan sex adalah besar mudah dapat dimaklumi, walaupun kita tidak membaca pendapat ahli-ahli psiko-analisa, atau pendapat-pendapat ahli sebelumnya seperti Darwin atau Malthus. Bukankah begitu banyak iklan mencanangkan “daya tarik”, “obat kuat”, “jamu singset”, “jamu rapat” dan lain-lain. Untuk keterangan yang lebih terperinci, orang tidak perlu menelaah Kama Sutra atau Koka Shastra dalam bahasa asing, karena buku-buku Asmaragama, primbon dan lain-lain juga sudah cukup banyak memberikan petunjuk perihal sex. Dalam usahanya mengatur hubungan sex, manusia menciptakan perkawinan. Dalam ikatan perkawinan suami isteri memiliki kebebasan penuh untuk berhubungan sex.

Dalam karangan ini kami membatasi diri pada pembicaraan yang menyangkut pengekangan hubungan sex yakni abstinensi atau tidak kumpul. Abstinensi tersebut dapat disengaja atau tidak disengaja, dalam ikatan perkawinan atau di luar ikatan perkawinan. Abstinensi mungkin memiliki pengaruh yang berarti terhadap fertilitas (jumlah anak lahir-hidup), mungkin pula tidak berpengaruh. Tetapi jelas bahwa perubahan nilai dan sikap mengenai abstinensi memiliki implikasi sosial kulturil yang luas.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan