Prisma

Perkembangan Angkatan Kerja Pertanian di Jawa dan Luar Jawa

Perbandingan dan Implikasinya

Kualitas lahan dan pola tanam tampaknya menjadi faktor penentu dalam produktivitas pertanian. Pertanian di Jawa yang terkenal sebagai bersifat sangat padat karya ternyata memiliki output per pekerja yang lebih tinggi daripada luar Jawa akibat keunggulan pada kedua faktor tersebut. Sudah saatnya pemerintah menaruh perhatian yang sama pada sektor pertanian di luar Jawa.

Pendahuluan

NASKAH Repelita V memproyeksikan kenaikan jumlah angkatan kerja Indonesia dari 74,5 juta dalam tahun 1988 menjadi 86,4 juta dalam tahun 1993. Dari kenaikan yang diproyeksikan sebanyak 11,9 juta ini, diperkirakan bahwa 4,1 juta akan diserap ke dalam sektor pertanian, dan 4,5 juta lainnya ditampung oleh sektor perdagangan dan jasa (Tabel 1). Sebagian besar dari selebihnya akan memasuki sektor manufaktur. Meskipun bagian dari kenaikan jumlah angkatan kerja yang diserap oleh sektor pertanian amat besar (35%), namun pertumbuhan jumlah angkatan kerja di sektor ini diproyeksikan akan sangat rendah dibandingkan pertumbuhan jumlah angkatan kerja keseluruhan. Jadi, andil sektor pertanian terhadap keseluruhan jumlah angkatan kerja, diperkirakan akan menurun. Di samping itu, target berbagai sub sektor dalam sektor pertanian sendiri sangat bervariasi (Tabel 2).

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan