Prisma

Perkembangan Teori Pembangunan Ekonomi, 1965-1977

Charles P. Kindleberger dan Bruce Herrick. Pembangunan Ekonomi. Edisi Ketiga. Mc Graw-Hill. Koga Kusha. Ltd., 1976.

Prof. Charles P. Kindleberger adalah seorang ekonom yang memiliki cukup pengalaman akademis di MIT, maupun pengalaman praktek di pemerintahan, bahkan antara lain ikut terlibat dalam Rencana Marshall di Eropa Barat yang kondang itu. Ia adalah pengarang dari buku teks yang berjudul Economic Development, terbit untuk pertama kali pada tahun 1958 dan mengalami cetak ulang dalam keadaan hampir sama pada tahun 1965¹ Seymour E. Harris, dalam kata pengantarnya menegaskan bahwa buku ini oleh pengarangnya diarahkan pada pemahaman kontemporer tentang persoalan-persoalan sekitar pertumbuhan ekonomi di negara-negara sedang berkembang (hal. vii). Sebagai salah satu keistimewaannya, kata Harris, ialah bahwa buku ini memberi tekanan-lebih dari buku-buku lain di bidang yang sama-tentang pentingnya faktor perkembangan sosial dan politik (pembangunan sosial dan ekonomi) bersama-sama dengan pertumbuhan ekonomi (hal. viii). Pertanyaan awal bagi orang sekarang yang membaca cuku cetakan pertama ini barang-kali adalah: “Mana yang dimaksud oleh buku ini, pembangunan ekonomi (pembangunan) atau pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan)?” Jawabnya tersirat jelas, seperti yang tercermin dalam seluruh isi buku itu: “pertumbuhan ekonomi”. Hanya saja sasarannya bukan negara-negara maju, melainkan negara-negara yang terbelakang. Dengan rumusan Livingstone, maka Kindleberger berusaha untuk mempergunakan teori ekonomi yang konvensional dalam konteks negara-negara kurang berkembang.² Hal yang sama sebenarnya dilakukan oleh Prof. Hla Myint yang menulis pada tahun 1965 buku tentang teori ekonomi bagi negara-negara sedang membangun yang dimulainya dengan pembahasan mengenai persoalan-persoalan pokok negara-negara miskin berpenghasilan rendah dan kurang atau tidak berkembang, dengan kacama-ta teori pertumbuhan dari Bauer, Higgins, Hirschman, Kindleberger, Meier, Nurkse atau Rostow, walaupun tidak dengan mengaplikasikan model-model pertumbuhan dari Harrod dan Domar, Kaldor, Meade atau Solow yang sudah dibakukan dalam teori ekonomi makro.³

Teori ekonomi yang konvensional tersebut, seperti dikatakan oleh Livingstone memang memiliki sejumlah alat analisa yang cukup berguna untuk diterapkan pada persoalan negara-negara sedang berkembang. Tapi ini tidak berarti bahwa alat-alat analisa itu dapat dipergunakan untuk menjelaskan masalah-masalah yang paling fundamental, yaitu yang memberi penjelasan dan koreksi terhadap keadaan kurang berkembang. Teori-teori itu kebanyakan bersifat statis dan hanya berkepentingan terhadap perbaikan-perbaikan yang sifatnya marginal dalam alokasi persediaan sumber-sumber yang sudah tertentu, tetapi tidak menjelaskan bagaimana menciptakan sumber-sumber baru untuk peningkatan pertumbuhan hasil. Apa yang disebut growth economics nampaknya saja memiliki relevansi untuk menganalisa negara-negara sedang berkembang.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan