Prisma

Perkenalan dengan Sejarah Perkebunan

Sartono Kartodirdjo & Djoko Suryo, Sejarah Perkebunan di Indonesia: Kajian Sosial Ekonomi, Yogyakarta: Penerbit Aditya Media, 1991, xxiv + 198 halaman.

DAPAT dikatakan bahwa basis ekonomi sistem kolonialisme di Indonesia ditumpukan pada pengeksploitasian sumber daya alam dan tenaga kerja melalui sistem perkebunan. Hasil produksi perkebunan dari Tanah Nusantara kita ini, seperti rempah-rempah, kopi, tebu, indigo, tembakau, dan teh, merupakan komoditi-komoditi pertanian yang laku keras di pasar internasional. Dan ini telah memberikan keuntungan yang demikian besar untuk kantung kaum kolonial dan kas negara induk atau negara penjajah, terutama Kerajaan Belanda. Modal finansial Kerajaan Belanda yang memungkinkan mereka dapat menjadi negara industri yang sejajar dengan negara-negara Eropa Barat lainnya sekarang ini, secara langsung atau tidak, salah satunya dimungkinkan karena dapat mengakumulasi kekayaan yang bersumber dari hasil eksploitasi perkebunan yang intensif dan ekstensif hampir selama tiga setengah abad.

Dengan demikian, studi sejarah kolonialisme di Indonesia harus menyertakan variabel ekonomi perkebunan ini. Ia dapat dianggap sebagai faktor yang signifikan, bahkan bisa dinyatakan determinan, dalam menyangga, mempertahankan, dan menjaga keberlang- an bekerjanya sistem kolonial Belanda.

Buku karya sejarawan Sartono dan Djoko Suryo yang sedang di bahas ini menggambarkan mengenai aspek sejarah dari sistem perkebunan yang ada di negara kita, terutama yang ada di Jawa dan Sumatera. Secara ringkas buku ini berisikan gambaran mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan dan prak-tek-praktek pengelolaan perkebunan oleh VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), pemerintah Hindia-Belanda dan kemudian oleh para swasta kolonial. Selanjutnya pengelolaan ekonomi perkebunan di masa kemerdekaan dan Ekonomi Terpimpin (pemerintahan Orde Lama), serta kegiatan usaha ekonomi perkebunan di zaman Orde Baru. Rentangan waktu yang dibahas buku ini meliputi sepanjang hampir empat abad, mulai dari awal terbentuknya sistem perkebunan kolonial pada awal abad ke-17 sampai tahun 1980-an.

Perkebunan dan Transformasi

Pada intinya buku ini membahas mengenai bagaimana sistem perkebunan kolonial telah mengakibatkan transformasi sosio-ekonomi dan sosio-politik masyarakat Nusantara. Melalui perkebunan, tenaga kerja, tanah, dan tanaman pangan menjadi komoditi dan akibatnya monetisasi pun semakin merasuk dan meluas ke dalam masyarakat. Dengan kata lain, melalui perkebunan proses komersialisasi berlangsung semakin mendalam dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita. Bahkan melalui perkebunan inilah sebenar- nya proses integrasi ekonomi Nusantara ke dalam sistem kapitalisme dunia (the world capitalism) menjadi semakin kentara dan yang kemudian mengakibatkan ketergantungan ekonomi yang demikian kuat. Hanya dalam proses integrasi tersebut, dalam konteks pembagian kerja internasional, posisi masyarakat ekonomi Nusantara tidak menduduki peran yang dominan atau sebagai “pusat” (center), tetapi hanya menempati posisi “pinggiran” (peripheral) yang “tergantung”, sementara yang menduduki posisi pusat adalah negara induk. Dengan demikian, masyarakat ekonomi Nusantara bukan yang “menentukan” dinamika kapitalisme dunia, namun sebaliknya lebih banyak “ditentukan” oleh proses ekonomi dunia tersebut. Ketika sistem kapitalisme dunia mengalami depresi yang cukup hebat, di mana harga-harga komoditi perkebunan merosot dengan tajam, demikian juga terjadi penurunan yang drastis pada sisi permintaan (demand) terhadap komoditi-komoditi tersebut, pada akhir tahun 1920-an sampai awal tahun 1930-an, kehidupan ekonomi masyarakat Nusantara betul-betul terpukul dan sangat menyengsarakan penduduk. Pengangguran yang meningkat dan tingkat upah yang menurun tajam merupakan akibat yang sangat berat yang harus dihadapi masyarakat petani karena terjadinya depresi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan