Prisma

Persaingaan Global dan Ekonomi Indonesia Dekade 1990-an

Dewasa ini sangat sukar, jika tidak mau dikatakan mustahil, bagi suatu negara untuk tidak terlibat dalam ekonomi-politik internasional. Dan ini sangat terasa bagi negara-negara berkembang sebagaimana yang dialami Indonesia. Untuk itu, ketangguhan ekonomi dalam negeri menjadi syarat mutlak dalam menghadapi situasi internasional yang dicirikan dengan globalisasi pasar, regionalisme perekonomian dan proteksionisme, fluktuasi ekspor bahan mentah dan perubahan ekonomi-politik di Eropa Timur.

DENGAN menyingsingnya fajar dekade 1990-an dunia diwarnai oleh perubahan ekonomi yang sangat drastis. Negara-negara blok Komunis melepaskan kepercayaan mereka yang teguh pada ekonomi komando atau perencanaan terpusat berdasarkan pada Marxisme, dan untuk kemudian berpaling pada pengadopsian mekanisme pasar untuk merangsang pertumbuhan ekonomi mereka. Secara ekonomi cukup jelas bahwa mereka telah jauh tertinggal tidak saja dari negara-negara Barat dan Jepang, tetapi juga dari negara-negara Asia Timur dan Tenggara. Menariknya lagi kampiun kapitalisme Amerika Serikat juga berada dalam kesulitan ekonomi berupa defisit anggaran yang membengkak di dalam negeri, tertinggal dalam persaingan dengan Jepang serta defisit perdagangan dengan negara-negara Jepang, Jerman Barat dan Asia Timur dalam ekonomi internasional.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan