Prisma

Perusahaan-perusahaan Patungan India di Indonesia*

Pengantar

Dalam suatu karangan baru-baru ini tentang para investor negeri berkembang di Indonesia dinyatakan bahwa 22 persen dari seluruh jumlah proyek investasi asing dalam kegiatan-kegiatan manufacturing dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan yang lebih berpangkalan di negeri-negeri berkembang daripada di negeri-negeri maju.1

Angka-angka yang dikemukakan dalam kertas kerja ini menunjukkan bahwa selama periode 1967-1975 dari sejumlah 288 proyek manufacturing asing yang direalisir, 64 proyek dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dari negeri-negeri berkembang lainnya. Dari jumlah 64 proyek ini, 48 digolongkan sebagai Cina (berarti bahwa mereka berasal dari Taiwan dan kedua negara kota Singapura dan Hongkong), 10 proyek datang dari negeri-negeri Asia Tenggara lainnya, sedangkan enam lainnya tidak diperinci mengenai negeri asalnya.

Walaupun negara asal dari enam proyek ini tidak diperinci, ada alasan untuk menerima bahwa paling tidak beberapa daripadanya adalah proyek-proyek India. Sesungguhnya, perkembangan yang menarik hati selama berapa tahun lalu adalah gejolak yang masih agak terbatas sampai dewasa ini tidak diperhatikan dalam investasi langsung oleh perusahaan-perusahaan India maupun orang-orang berasal India yang bermukim di Indonesia atau negara-negara lain. Dalam halaman-halaman berikut akan diberikan suatu tinjauan singkat dari beberapa aspek investasi asing langsung oleh perusahaan-perusahaan India di Indonesia. Karena masih belum ada survei yang luas dilakukan tentang kegiatan-kegiatan invetasi asing di Indonesia oleh perusahaan-perusahaan negara-negara berkembang, kertas kerja ini adalah terutama bersifat penyelidikan, dengan mencoba menonjolkan beberapa aspek yang menarik hati dari investasi-investasi langsung India, dan menunjukkan beberapa topik bagi penelitian selanjutnya.

Investasi langsung India di luar negeri

Walaupun ada terdapat investasi India di luar selama awal tahun enampuluhan, yaitu di Afrika Timur, investasi langsung oleh perusahaan-perusahaan India berulah mulai bermunculan sejak akhir tahun enampuluhan.

Dengan kemajuan mantap yang dilakukan India dalam bidang industri, beberapa perusahaan India berada dalam posisi yang memungkinkan untuk menanam investasi langsung di negara-negara lain, terutama, tapi tidaklah semata-mata, di negara-negara berkembang yang lain. Karena telah lebih dahulu menempuh proses industrialisasi daripada kebanyakan negara berkembang lainnya, India merasa telah memperoleh cukup keahlian dalam lapangan industri dan teknik untuk membagi pengalamannya dengan negara-negara berkembang yang lain. Terutama, dengan pengalamannya yang cukup banyak dalam menyesuaikan dan mengubah teknologi maju dari negara-negara industri sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan syarat-syaratnya, India merasa bahwa dalam beberapa hal lebih cocok melakukan investasi langsung di negara-negara berkembang lainnya daripada kebanyakan negara-negara industri. Dengan perkataan lain, India merasa bahwa dengan pengalamannya dia lebih mampu untuk memperkenalkan dan mempergunakan teknologi lebih layak bagi kondisi-kondisi negara-negara berkembang daripada para investor dari negara-negara maju.


* Artikel ini diterjemahkan Redaksi dari kertas kerja Penulis yang disampaikan pada Konferensi Perusahaan Multinasional se Dunia Ketiga di Honolulu, Hawaii, 12-18 September 1979. Saya menyatakan terima kasih kepada Tuan Ahmad Marzuki dari Dewan Koordinasi Investasi Modal, Tuan T.C. Sharma, Sekretaris Pertama (Perdagangan) kedutaan India di Jakarta, dan Tuan Sivarim, Birla International Private Ltd., untuk informasi berharga yang mereka berikan tentang investasi langsung India di Indonesia. Tetapi saya sendirilah yang bertanggungjawab untuk kemungkinan kesalahan-kesalahan dalam kertas-kerja ini

1 Lois T. Wells and V’Ella Warren, “Developing Country Investors in Indonesia,” The Bulletin of Indonesian Economics Studies, Vol. XV, No. 1, March 1979, hal. 69-70.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan