
James C. Scott, Moral Ekonomi Petani — Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara, alihbahasa Hasan Bahari suntingan Bur Rasuanto, (Jakarta, LP3ES, 1981), 369 halaman.
Entah mengapa, akan tetapi dalam anggapan umum yang juga sering terdengar dari mulut pejabat, cendekiawan dan lain-lain, seakan-akan kehidupan di desa itu murni dan sempurna, bahkan asli. Sejarah menunjukkan bahwa kehidupan petani di desa sepanjang abad mengalami perubahan-perubahan besar sekali khususnya di lapangan hubungan antara petani dan golongan elite ekonomis dan politis agraria. Perubahan ini antara lain disebabkan oleh munculnya negara-negara pusat yang kuat, apa negara pusat itu kolonial atau tidak, dan di bawah pengaruh perkembangan pasar-pasar nasional dan internasional bagi hasil-hasil pertanian. Di seluruh Indonesia umpamanya, perkembangan perkebunan dengan hasil-hasilnya dijual ke pasar internasional telah sangat mempengaruhi bentuk, kehidupan dan struktur desa kita.