Karangan ini sekedar merupakan ikhtisar tentang pola-pola pemikiran menuju kemerdekaan sampai terbinanya negara Republik Indonesia. Ia merupakan latar belakang perkembangan sejarah pemikiran tentang nasion, negara dan usaha-usaha kesejahteraan di kelak kemudian hari. Situasinya ialah situasi kolonial, pribadi-pribadinya ialah mereka yang telah mendapatkan pengalaman dan pendidikan dan terutama dari mereka yang dalam kegiatannya menyatukan diri dalam peri-kehidupan kelompok atau perhimpunan politik, kebudayaan dan kemasyarakatan. Kesadaran untuk mengubah keadaan yang lebih baik bagi peri-kehidupan masa depan sebenarnya lah telah ada sejak akhir abad ke-19. Bahkan dapat ditafsirkan pula demikianlah tujuan dari Kakiali, Hasanudin, Trunojoyo, Abdulfatah, Imam Bonjol, Teuku Umar dan lain pemimpin perlawanan terhadap penguasa kolonial jauh sebelum pergerakan nasional lahir dan berkembang.
Kartini-lah yang pertama menuliskan kesadaran serta pemikirannya mengenai hari depan masyarakat Indonesia, meskipun baru terbatas bagi perbaikan kedudukan wanita. Jalannya ialah menempatkan kedudukan wanita sebagai “pendidik pertama” manusia, serta melakukan usaha-usaha nyata untuk lebih meningkatkan kecerdasan dan kemampuan untuk berusaha sendiri.
