Apakah mengkonsumsi itu adalah hal baik atau buruk? Pertanyaan etis ini tidak relevan di zaman komodifikasi segala hal. “Sulit dimengerti mengapa orang mau membelanjakan uang hampir US$ 50 hanya untuk melihat sekumpulan foto Madonna tengah bercumbu dengan pria dan wanita yang mengenakan kalung anjing, tali kekang, dan kutang basi?” tulis Michiko Kakutani di New York Times. Mengapa heran? Banyak orang toh bersedia juga mengeluarkan ratusan dolar, bahkan lebih, untuk menikmati paket canggih industri hiburan dan parawisata yang memproduksi dan menjanjikan kesenangan.
Zaman kita kini memang masa keunggulan “imagologi” di mana realitas (ekonomi) mengalahkan ideologi (etika), dan realitas dikalahkan oleh image (citra-estetika). Inilah masa di mana komoditi ‘barang’ digeser oleh komoditi ‘budaya’. Teknologi informasi dan industri pengetahuan menjadi basis konsumsi massal. Produksi bukan lagi untuk nilai guna tapi demi nilai tukar. Komunikasi media (audio, video, visual) menjadi jantung perdagangan dengan advertising sebagai ujung tombaknya.
Di tengah era, yang disebut pascamoderen itu, orang kemudian bicara tentang budaya konsumen. Semua hal bisa diproduksi dan semua hal harus dikonsumsi, tanpa batas; seolah orang diberikan kebebasan untuk memilih apa yang perlu dan apa yang tidak perlu dibeli. Seolah-olah setiap orang bebas untuk memaknakan suatu teks: entah seni rupa, filem, bacaan, musik dan semua hal yang telah diproduksi. Karena itu para filsuf pascamoderen bicara juga tentang zaman kebebasan makna, pluralisme budaya dan populisme politik. Tapi tentu tidak tanpa batas. Dan batas yang mutlak: kita tak bisa menonton filem, misalnya, tanpa membayar karcis.
Pemimpin Umum: Arselan Harahap; Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad; Dewan Redaksi: Daniel Dhakidae (Ketua), Taufik Abdullah, Ismid Hadad, Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, Rizal Ramli, Didik J. Rachbini, Vedi R. Hadiz, Paulus Widiyanto; Redaktur Pelaksana: Paulus Widiyanto; Staf Redaksi: E. Dwi Arya Wisesa, Harry Wibowo; Sekretaris Redaksi: Eriko Sustia; Pemimpin Perusahaan: Maruto MD; Wakil Pemimpin Perusahaan: Arys Sutarman; Pemasaran/Distribusi: Anda Z. Noerzy, M. Sholeh; Iklan: Arys Sutarman; Produksi: Bambang Soetedjo, Awan Dewangga, Yahya Sukaria, Idjas Shaham, Teguh Supriyanto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, Anggota SPS.ISSN 0301-6269. SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420; Telepon: 5663525, 5663527 (direct), 5667139/5667141, 5674211; Fax. 5683785; Kotak Pos 6275/11062, Jakarta 11420. Bank: BUKOPIN, Cabang S. Parman, Jakarta, Nomor Rekening 14.0010.2.003; Pencetak: PT. Temprint.