Prisma

Profesionalisme dan Kesejahteraan: Strategi Membangun Polri yang Bersih dan Berintegritas

Artikel ini membahas hubungan antara profesionalisme, kesejahteraan, dan integritas sebagai fondasi reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tulisan ini berangkat dari argumentasi bahwa reformasi Polri tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan struktural dan instrumental, tetapi juga harus menyentuh dimensi moral, kultural, dan kesejahteraan personel. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur dan refleksi konseptual, artikel ini menunjukkan bahwa profesionalisme kepolisian dibentuk melalui interaksi antara sistem pembinaan sumber daya manusia, habitus organisasi, integritas moral, serta dukungan kesejahteraan yang memadai. Kesejahteraan tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan ekonomi, melainkan juga mencakup keseimbangan psikologis, kesehatan fisik, dan penghargaan moral yang menopang etika profesi. Integritas kelembagaan hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan bila reformasi kepolisian dibangun di atas keseimbangan antara profesionalisme, kesejahteraan, dan nilai-nilai kemanusiaan guna memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Kata Kunci: etika profesi, habitus organisasi, integritas, kesejahteraan, profesionalisme, pelayanan publik, reformasi Polri

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan