Kesultanan Jambi gagal dalam berhadapan dengan kekuatan politik dan perdagangan Belanda karena kelemahan-kelemahan institusi politiknya. Taufik Abdullah menguraikan penetrasi kekuatan kolonial tersebut, dan bagaimana kesultanan di pantai timur Sumatera itu bereaksi. Dia menyimpulkan, reaksi Jambi bukanlah suatu ekspresi dari pengalaman yang diartikulasikan, yang mempertimbangkan masalah organisasi, serta lingkungan ekonomi dan politik yang ada. Ia tidak ditentukan oleh hakekat penetrasi yang datang, tetapi oleh kepentingan untuk menegakkan kembali warisan kultural yang hilang.
* Artikel ini diterjemahkan Redaksi dari naskah berbahasa Inggeris, berjudul “Reaksi terhadap Perluasan Kolonial: “Pengalaman Jambi dalam Perspektif Komparatif.”