* Makalah ini adalah hasil revisi dari makalah yang disampaikan dalam sidang pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia di Yogyakarta, 10-12 Desember 1981. Studi masalah kesempatan kerja ini semula dipersiapkan untuk Team Policy Research, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Proyeksi Kesempatan Kerja Dalam Repelita IV Indonesia: Sebuah Perkiraan Sementara (Padang: Lembaga Penelitian Ekonomi Regional, Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, 16 Nopember 1981). Saya berterima kasih kepada saudara A. Andono, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan saudara Buyung Syafei, Sekretaris Eksekutif Team Policy Research atas segala bantuannya dalam mempersiapkan studi tersebut. Terima kasih saya ucapkan pula kepada saudara M. Abdulmadjid, Kepala Biro Pusat Statistik atas bantuannya menyediakan hasil pengolahan pertama data kesempatan kerja, sensus penduduk 1980.
Akhirnya, kepada rekan-rekan anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia yang telah memberikan tanggapan dan saran-saran terhadap makalah ini, tak lupa pula saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Masalah dasar perluasan kesempatan kerja Repelita IV tidak akan banyak berbeda dengan Repelita sebelumnya, tulis Hendra Esmara. Disebutkannya, kebijaksanaan dalam Repelita III dapat dilanjutkan, tapi perhatian harus dicurahkan pada pengembangan sektor informal, karena perluasan kesempatan kerja terutama sekali terjadi di sektor ini, khususnya pertanian dan perdagangan. Dengan pertambahan kesempatan kerja baru sebesar 10,5 juta, tingkat pengangguran diduga akan sama dengan 1980 (4,01 persen). Tetapi produktivitas tetap rendah, sehingga jumlah pekerja miskin akan bertambah dalam Repelita IV.