Ketika penetrasi kolonial menyentuh kehidupan sehari-hari rakyat biasa, dirasakanlah bahwa realitas kekuasaan kolonial tak cocok dengan realitas sosial harmoni dan stabilitas yang dicita-citakan masyarakat tradisional. Sartono Kartodirdjo dalam tulisan ini menafsirkan kembali gambaran yang dimiliki masyarakat yang terwakili oleh mitos, dan mentalitas kebudayaan yang menciptakan tradisi itu. Gerakan Ratu Adil, Ramalan Jayabaya dan begitu juga ideologi jihad menggambarkan dasar kejadian sejarah dalam konfrontasi antara orang Indonesia dan Belanda. Di situ terlihat struktur kesadaran dalam beberapa momen sejarah.