
Judul: Gastronomi Indonesia – Jilid 1
Penulis: Murdijati-Gardjito, Retno Indrati, Andreas Maryoto, Nurullia Nur Utami
Penerbit: Global Pustaka Utama, Yogyakarta, 2019
Tebal: xii + 314 halaman
ISBN: 978-979-3146-74-4 (Jilid 1)
Judul: Gastronomi Indonesia – Jilid 2
Penulis: Murdijati-Gardjito, Retno Indrati, Zahra Yuniarti, Henny Krissetiana Hendrasty
Penerbit: Global Pustaka Utama, Yogyakarta 2019
Tebal: x + 266 halaman
ISBN: 978-979-3146-75- 1 (Jilid 2)
Dunia di Tengah Disrupsi Global
Tak dapat disangkal lagi, krisis Covid-19 telah mengakibatkan disrupsi besar dalam kehidupan manusia di dunia. Di tengah kehilangan jiwa yang menyedihkan serta akibat isolasi dan pembatasan sosial yang luas, pandemi ini menyingkapkan kelemahan signifikan dalam sistem kesehatan masyarakat,1 rapuhnya ekonomi,2 serta rendahnya resiliensi sistem pangan kita.3 Inilah sistem tempat kita hidup saat ini, yakni sebuah sistem yang didasarkan pada ketimpangan, ekstraksi sumber daya alam tak terbatas, dan konsumsi yang tidak berkelanjutan. Sistem yang membawa kita kepada krisis yang dipicu oleh pandemi global virus korona.
Disrupsi global kali ini menawarkan kita pertanyaan besar: apakah model kehidupan saat ini masih ingin kita lanjutkan dan “new normal” seperti yang sebenarnya kita inginkan pascapandemi?4 Di sisi yang lain, pandemi Covid-19 menghadirkan jendela peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk melihat ulang sekaligus menantang model pembangunan yang tidak adil dan berkelanjutan seperti saat ini.
Kita perlu memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari krisis yang terjadi saat ini dengan respons strategis dan kreatif yang bisa berdampak bagi “better normal”, termasuk di dalamnya membangun sistem pangan yang lebih baik bagi keanekaragaman hayati, iklim, dan manusia. Peran gastronomi menjadi penting dalam membangun narasi menuju “better normal” itu. Gastronomi dapat berperan besar dalam mengembangkan narasi pentingnya keanekaragaman hayati serta sistem pertanian dan pangan yang berkelanjutan5 dengan menggunakan pangan lokal yang rendah karbon6 dan lebih jauh dalam memitigasi perubahan iklim.7 Gastronomi Indonesia memiliki potensi besar dalam ketahanan dan kedaulatan pangan, khususnya dalam melewati masa krisis dewasa ini.