Prisma

Revolusi Indonesia dan Generasi 1945

Kehadiran Jepang yang disebut sebagai faktor “kebetulan” untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia, menurut Wim J. Hendrix, tidak memainkan peranan yang berarti. Secara sosial dan politis Indonesia telah berada di tengah percepatan arus, tulisnya, namun perwujudannya berjalan penuh kesukaran. Hendrix berpendapat, bukan kaum politisi yang mengalahkan Belanda, tetapi kekuatan senjata dan mereka yang menggunakannya. Dalam esei ini dia anjurkan, agar “orang dalam” yang kini benar-benar sudah jadi tua, segera ditanya secara kritis, sebelum sang waktu menyita semua kisah cerita dan kehilangan hubungan satu dengan yang lain.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan