Prisma

Seberapa Besar Surplus Kolonial “Riil” dari Indonesia Selama 1878-1941?

Dalam pidato pembelaan diri di landraad, pengadilan negeri, Bandung, 1930, Soekarno berulang kali menyebut pengisapan di Hindia-Belanda dan capital flight ke luar negeri, terutama ke Negeri Belanda, dan negeri-negeri kapitalis lain yang menanam modal di Hindia-Belanda. Namun, tidak ada yang tahu persis seberapa besar modal/keuntungan/surplus yang dibawa ke sana. Dalam tulisan ini, dengan berbagai metode, penulis menyusun perkiraan yang mendekati kenyataan bahwa modal yang dilarikan ke luar Hindia-Belanda sungguh luar-biasa besar, setara dengan 367 miliar dolar Amerika Serikat. Tulisan ini merupakan sentuhan ekonomi kolonial yang menjadi batu landas utama “pemberontakan” dan protes Soekarno.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan