Prisma

Sejarah, Sejarawan dan Masa Depan

Semakin tinggi sebuah gedung, semakin dalam dan semakin kuat fondasi yang diperlukan. Ibarat membangun gedung, pembinaan suatu bangsa memerlukan fondasi yang kokoh pula untuk dapat menunjang usaha-usaha pembangunannya. Pembangunan yang serba kompleks yang mempunyai berbagai macam faset dalam dimensi yang berganda-ganda sudah barang tentu membutuhkan dasar yang multidimensional, dan salah satu dimensi yang amat penting adalah dimensi waktu. Semakin baik perlengkapan kita untuk meneropong jauh ke belakang, semakin baik pula potensi kita untuk membuat perspektif jangka panjang. Dan di sinilah letaknya peranan penting daripada sejarah: melihat masa lampau dengan se seksama mungkin sebagaimana peristiwa itu terjadi dalam proporsi dan konteks yang setepat mungkin.

Namun, demikian kebolehan untuk membuat perspektif ke masa yang akan datang tidak berarti memiliki kemampuan untuk menyusun teori mengenai hukum-hukum sejarah yang bisa membuat ramalan untuk hari depan seperti yang telah dibuat oleh beberapa sejarawan yang tersohor. Penemuan-penemuan penting sebagai hasil penelitian dan pemikiran sejarawan suka menjerumuskan ke alam teori hukum-hukum sejarah yang mempesonakan, sehingga sering dilupakan bahwa teori itu hanyalah didasarkan atas gambaran pribadi mengenai sejarah, suatu gambaran yang walaupun dianggap tepat dan benar olehnya, belum dapat disebut gambaran total daripada masa lampau.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan