Prisma

Sekolah dalam Transisi

Kenneth A. Tye dan Jerrold M. Novotney, School In Transition: The Practitioner as Change Agent (McGraw-Hill Book Company, 1975), 178 halaman termasuk indeks.

Meskipun menurut pengarangnya buku ini untuk konsumsi masyarakat Amerika, terutama para praktisi yakni para guru dan kepala sekolah, namun bagi kita para pengelola pendidikan di negara yang sedang membangun, tidak ada jeleknya untuk ikut serta menelaah uraian buku ini sekedar bahan perbandingan. Buku ini ditulis oleh orang yang memang ahli dalam bidang penelitian dan pengembangan pendidikan. Seperti diketahui Dr. Kenneth A. Tye adalah Program Officer dari Research Division pada Institute for Development of Educational Activities (IDEA), sedangkan Dr. Jerrold M. Novotney adalah seorang gurubesar dan Staf Peneliti pada lembaga tersebut.

Kaum High Class, campurtangan politik di pengadilan, penderitaan rakyat banyak akibat kepentingan sekelompok pribadi, penafsiran kembali tentang konsep masyarakat, bentuk kepemimpinan yang goyah, sampai rasa sinisme masyarakat adalah gejala yang tak lepas dari pengamatan para analis. (hal. xi). Bilamana kepercayaan dalam diri kita sendiri dan terhadap lembaga-lembaga tersebut telah luntur dan hancur, maka lembaga yang selalu menjadi kambing hitam dan tempat kutukan adalah pendidikan (sekolah). Apa yang salah dengan pendidikan kita? Barangkali ini disebabkan oleh karena kita kelewat percaya terhadap lembaga tersebut, atau juga karena kita pernah bersekolah. Kita semua sadar bahwa tumpuan harapan kita pada lembaga ini begitu besar, tetapi mengapa lembaga itu tidak malah menjadi baik? (hal. xi).

Pendidikan: tumpuhan harapan

Kita hidup di abad penciptaan dan penemuan baru, di mana konsep tentang permanensi dianggap sebagai suratkabar yang sudah kelewat tanggalnya alias kedaluarsa. Manusia moderen adalah mereka yang dengan sangat efisen bisa menyelesaikan kekacauan dan keraguan dari suatu lingkungan yang kelihatannya senantiasa berada dalam proses yang tak kunjung selesai. Seorang manusia moderen menurut buku ini bukan saja harus kreatif dan orisinal dalam daya pikirnya, tetapi terlebih lagi, dia harus sanggup menunjukkan kebolehannya dalam sikap terhadap masa datang maupun masa lampaunya melalui kesigapannya bertindak ibarat Jackrabbit mengejar rubah. Demikian itu tak kalah pula pentingnya dalam dunia pendidikan dibandingkan dengan bidang-bidang yang lain. (hal. 1).

Lembaga-lembaga penting lainnya yang begitu fundamental telah kena erosi: Korupsi gitu kompleks, pengarang buku ini mengajak para praktisi dari bangsanya yang berkecimpung langsung dalam bidang pendidikan untuk tanggap terhadap sistem sosial masyarakat yang begitu kompleks tersebut.

Tujuan sekolah

Sudah menjadi jamak dan salah kaprah bahwa “tabiat setiap orang menginginkan agar anaknya lebih baik daripada dirinya sendiri”. Di samping pemenuhan kebutuhan fisik, “kita ingin mewariskan yang terbaik kepada anak-anak kita, dalam bentuk kepercayaan kita. Apa yang nyatanya manusia percayai, begitulah yang mereka ajarkan kepada anak-anaknya seperti apa yang mereka kata-kan kepada masyarakat”.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan