Sering diungkapkan bahwa masalah seksualitas adalah soal pribadi, dan sementara itu kekuasaan negara bersifat publik. Kesan yang muncul di sana, tidak ada kaitan di antara keduanya. Dalam kenyataannya, menurut Julia I. Suryakusuma, kedua hal tersebut sebetulnya berkaitan erat. Kekuasaan negara ternyata mengatur seksualitas anggota warganya, dan terutama menonjol pada pegawai negeri sipil.
DI Indonesia, negara berperan dalam mendefinisikan seksualitas warganya, terutama pegawai negerinya. Pada masa Orde Baru, kehidupan seksual pegawai negeri sipil (PNS) diarahkan oleh PP 10, peraturan yang khusus dirumuskan bagi PNS. Pegawai negeri dianggap mewakili negara, yang harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip negara dengan memberi teladan kepada masyarakat. Perilaku seksual menjadi indikator integritas moral, dan dengan demikian merupakan salah satu faktor yang melegitimasikan negara. Di satu pihak, negara mengontrol seksualitas pejabat-pejabatnya; di lain pihak negara “tergantung” kepada mereka untuk menjadi teladan dalam kehidupan profesional maupun pribadi mereka. Salah satu indikator perilaku teladan ialah perilaku seksual yang “moral”. Namun lebih penting lagi citra moralitas seksual yang baik.
Tulisan ini berusaha menganalisa hubungan antara negara dan pengaturan seksualitas di masa Orde Baru. Untuk maksud ini pertama akan dilihat landasan falsafi negara, negara Orde Baru dan pemerintahnya, dan posisi pegawai negeri dalam birokrasi negara. Kemudian tulisan ini akan membahas Dharma Wanita sebagai organisasi istri pegawai negeri, serta ideologi Ibuisme Negara1 yang menyertainya. Selanjutnya latar belakang, kandungan dan implementasi PP 10 dijelaskan, diikuti oleh uraian kehidupan perkawinan dan seksual pegawai negeri Republik Indonesia.
* Artikel ini merupakan versi Indonesia dari “The State and Sexuality in the Indonesian New Order”, makalah yang ditulis untuk Konperensi Gender Perspectives in Indonesia: Women in Society, History and the Media, University of Washington, Seattle, 13-16 Juni 1991.
1 Ibuisme Negara adalah terjemahan dari istilah State Ibuisme, istilah yang saya pakai dalam thesis MA.