Prisma

Sektor Informal Perkotaan dan Masalah Lapangan Kerja

Perhatian yang lebih besar terhadap sektor informal akan menghasilkan pola pembangunan yang lebih seimbang dan lebih andal. Mungkin itu tidak akan mempercepat kenaikan GDP, tetapi akan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan mengefisienkan pasar tenaga kerja. Akan lebih baik bila sektor informal dipandang sebagai komplemen dan bukan substitusi sektor formal.

DI sebagian besar negara berkembang terdapat banyak kegiatan ekonomi yang berlangsung di luar sektor yang terorganisasi. Sektor ini lazim disebut sektor informal. Sektor yang terutama diisi golongan kurang mampu ini tampak semakin menjamur di negara-negara berkembang – yang keseimbangan sosial ekonominya terganggu bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi: pembangunan antardaerah yang tidak merata, urbanisasi, meluasnya tingkat pengangguran serta meningkatnya kemiskinan.

Pertumbuhan sektor informal di negara-negara berkembang sebagian besar dapat dipandang sebagai akibat, baik positif maupun negatif dari strategi industrialisasi yang diterapkan. Pada sisi positif, adanya kenaikan pendapatan dari terutama golongan berpenghasilan rendah, mengakibatkan naiknya tingkat permintaan akan barang-barang yang dihasilkan sektor informal mengingat elastisitas permintaan akan barang-barang tersebut. Pada sisi negatifnya, akibat tidak meratanya pola perkembangan dan industrialisasi, banyak penganggur di sektor formal termasuk bidang pertanian, mencari pekerjaan di sektor informal.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan