Prisma

Sektor Informal sebagai “Bumper” Pada Masyarakat Kapitalis

Kehadiran sektor informal di Dunia Ketiga selama ini ternyata menimbulkan berbagai perdebatan akademis. Para teoritisi developmentalist dan kalangan Marxist Klasik kelihatannya tidak berhasil untuk mengungkap fenomena sektor informal secara mendalam. Menurut Miftah Wirahadikusumah persoalan sektor informal saat ini memang lebih kompleks, khususnya yang berkaitan dengan munculnya struktur pembagian kelas dan lokasi antagonistik yang baru.

SEKTOR informal adalah satu bentuk produksi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat lapisan bawah. Kehadirannya di negara-negara dunia ketiga atau negara kapitalis pinggiran (kapitalisme periferal) berdampingan dengan, atau berada di antara bentuk produksi subsisten (mode produksi petani) PMP dan bentuk produksi kapitalis atau industri (mode produksi kapitalis) CMP.

Sektor ini, sebagai bentuk produksi yang berskala modal dan kegiatan usaha yang relatif kecil, menurut teori “mode of production” (corak produksi) dari perspektif neo-Marxist, disebut sebagai bentuk produksi komoditi kecil (PCP = petty commodity production). Ketiga sistem dan bentuk produksi tersebut (PMP, CMP, dan PCP) saling berhubungan secara struktural asimetris dan eksploatif di mana sektor formal atau kapitalisme (CMP) disubsidi oleh PMP dan PCP melalui proses reproduksi sosial ekonomi (reproduksi ekonomi sosial) yang dilakukan oleh PCP dengan menyediakan, memelihara, dan mendidik tenaga buruh untuk sektor industri.

Menurut kalangan teoritisi non-Marxist, sektor PCP ini yang karena posisinya berada di luar kelas majikan dan kelas pekerja, untuk mudahnya disebut sebagai “lapisan menengah” atau “middle-strata“. Bagi kalangan tersebut, mereka tidak di kategorikan sebagai kelas.

Tulisan ini mencoba untuk membahas peranan sektor PCP di dalam sistem ekonomi kapitalis pinggiran yang fungsional terhadap sektor CMP. Sektor PCP merupakan bagian dari proses historis formasi sosial (social formation). Kehadirannya membawa implikasi, baik secara konseptual teoritis terhadap teori kelas yang klasik dengan munculnya kelas baru maupun implikasi secara empiris praktis dalam kenyataan kehidupan perekonomian yang mendukung dan menguntungkan sektor CMP.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan