Prisma

Sistem Pemilihan Umum di Uni Soviet

Sistem Pemilu di Uni Soviet mengharuskan setiap warganegara menggunakan hak pilihnya. Suka atau tidak pada calon yang disebut deputat, rakyat pemilih harus menjatuhkan pilihannya, tanpa boleh memilih untuk tidak memilih. Karena itu yang memberikan suara dalam Pemilu hampir mencapai 100 persen. Wiratmo Soekito menulis, negara berpartai tunggal yang rakyatnya non politis ini memang lebih mengutamakan kuantitas pemilih daripada kualitas. Ini berbeda dengan negara-negara Barat, tapi apakah ini gambaran bahwa Pemilu di Soviet sudah benar-benar demokratis?

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan