Prisma

Sosok Perempuan dalam Film Indonesia

Gambaran Beberapa Persoalan

Film-film Indonesia pada akhir 1980-an sudah mulai menampilkan sosok perempuan yang lebih mandiri; tetapi masih terdapat “ketakutan” akan kemandirian perempuan yang penuh. Ruang gerak yang “tepat” bagi perempuan masih selalu digambarkan sebatas lingkungan domestiknya. Selain itu, kehidupan perempuan yang digambarkan hanya kehidupan perempuan dari kelas menengah yang persoalan-persoalannya berkisar sekitar cinta segitiga saja.

KURANG lebih sembilan tahun yang lalu, sejak Krishna menuliskannya di Prisma No. 7, Juli 1981, dan Komite Film DKJ melalui penyelenggaraan pekan filmnya, Citra Wanita Dalam Film Nasional: Dieksploatir — Benarkah ? (1986) dan Keluarga Dan Wanita Dalam Film Indonesia (1988), boleh dikatakan hampir tidak ada lagi yang mencoba melakukan pengamatan atas peran perempuan yang dimunculkan dalam film.

Melalui tulisan ini, sekali lagi ingin dipaparkan bagaimana gambaran perempuan dimunculkan dalam film-film Indonesia.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan