Sebagai grup, Srimulat ternyata memilih Golkar. Para penyanyi maupun pelawaknya secara bergantian turut berkampanye untuk kepentingan kontestan Pemilu tersebut. Ketika saya nongkrong empat malam di belakang panggung Srimulat pertengahan April yang lalu, sempat saya saksikan bagaimana Nurlaila, si “Kudaku Lari”, bergegas mengemasi perlengkapan dirinya untuk cepat-cepat pergi ke tempat kampanye Golkar. Dia baru saja menyelesaikan nomor lagunya. Dan dia akan menyanyi lagi di tempat kampanye.
Malam berikutnya bukan kampanye yang harus diisi oleh Srimulat, tapi sebuah acara “lagu-lagu rakyat” yang diselenggarakan Dewan Mahasiswa salah satu universitas di Surabaya. Srimulat mengirimkan lima pelawaknya. Hampir setiap malam ada permintaan semacam ini. Entah itu pesta perkawinan, khitanan ataupun ulang tahun. Permintaan bisa berupa pelawak saja, penyanyi saja, atau lengkap semuanya: pelawak, penyanyi berikut pemain musik dan peralatannya.
Permintaan bermain di luar panggung Srimulat ini mereka beri istilah “job“. Artinya: kerja sambilan, karena kerja mereka yang sesungguhnya adalah bermain di panggung Srimulat itu setiap malam selama dua jam (empat jam bila malam Minggu) setiap hari setahun penuh. Dengan cerita yang tiap hari ganti.
Permintaan-permintaan bermain di luar ini memang salah satu cara meningkatkan penghasilan para anggota grup. Tapi hal ini membawa akibat sendiri terhadap pertunjukan yang setiap malam terus berlangsung. Apalagi bila permintaan itu datang dari luar kota yang menyebabkan sebagian pemain tidak bisa tampil dalam pertunjukan yang seharusnya.
Pertunjukan berjalan mulus
Ternyata pertunjukan berjalan mulus setiap malamnya. Pengaturan terhadap 84 anggota grup Srimulat (14 pemusik, 22 pemain sandiwara, lebih kurang 15 penyanyi dan sisanya adalah pelukis, pekerja set dan lain-lain) sudah dimulai sejak siang hari pada saat cerita dibuat. Jam 11 siang empat orang yang jadi anggota Dewan Cerita dipimpin oleh Teguh (pemimpin Srimulat), setiap hari membuatkan cerita dari judul yang sudah dipasang dua hari sebelumnya di satu-satunya tempat iklan Srimulat: papan pengumuman di muka gedung.
