Prisma

Stabilitas Harga Komoditi

Tema pembahasan mengenai stabilitas harga komoditi adalah suatu tema yang luas dan kompleks sekali. Dalam hubungan ini yang pertama-tama harus dibahas adalah sebab musabab instabilitas pasar komoditi itu. Pembahasan instabilitas ini meliputi pentingnya komoditi itu bagi negara-negara berkembang, faktor-faktor bersifat jangka panjang, menengah dan pendek yang mempunyai pengaruh pada hasil dan harga komoditi itu, monopoli dan monopsoni yang dipegang oleh para pengusaha, pensuplai, dan sebagainya.

Dalam rangka stabilisasi harga, aspek penting lainnya adalah pengawasan komoditi dan kebijaksanaan yang dilakukan pada tingkat nasional (commodity controls and national devices). Pada tingkat regional dan internasional kita mendapatkan kerjasama dalam bentuk buffer funds, asosiasi para produsen (misalnya karet), kontrak multilateral dan sebagainya. Pada umumnya inilah aspek-aspek yang memperoleh perhatian para pembahas karangan-karangan, kertas posisi (position papers), maupun buku-buku. Dalam penelaahan berbagai aspek komoditi, sebagian aspek monopoli dan monopsoni pedagang pernah dibahas. Akan tetapi menurut pengamatan kami jarang sekali aspek komoditi negara-negara berkembang dilihat secara serba lembaga (institutional approach). Dengan pandangan serba lembaga kita hendak menuju ke bidang yang lebih kongkrit, yaitu yang kita kenal sebagai bisnis. Jika kita membahas aspek monopoli dan monopsoni, berarti kita mempelajari teori suatu kelompok perusahaan besar yang menjadi pembeli dan kelompok perusahaan besar lainnya yang menjadi pensuplai. Yang hendak kita bahas adalah aspek-aspek organisasi dan struktur perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan/produksi komoditi tersebut untuk mendapatkan bahan perbandingan dan pemikiran. Bahan-bahan dan data sebagian besar diperoleh di Indonesia dan berbagai pengalaman-pengalaman.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan