
George J. Aditjondro (penyunting), Pengaruh Penebangan Hutan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Asmat (Jayapura: Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa Irian Jaya, 1985), 125 halaman.
Untuk jangka waktu lama masyarakat suku Asmat dikenal secara luas di dunia, paling kurang karena dua hal. Pertama, tradisi pengayauan (perburuan kepala) yang ada dalam masyarakat itu di masa lampau, dan kedua, kreativitas seni masyarakat tersebut, khususnya dalam bidang seni pahat patung dan seni mengukir. Bila tradisi mengayau itu sudah lama lenyap bersamaan dengan masuknya pengaruh agama (Kristen-Katolik) dalam masyarakat tersebut, maka kreativitas seni mereka masih tetap bertahan, walaupun sebagian besar karya seni terbaik mereka tak akan dijumpai lagi dalam masyarakat tersebut, karena telah menjadi penghuni museum-museum seni di Amerika dan Eropa, atau menjadi koleksi para kolektor seni Primitif.