Prisma

Sumatera Utara Contoh Pradoks Itu

Colin Barlow dan Thee Kian Wie, The North Sumatran Regional Economy. Growh with Unbalanced Development, Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS), Singapura, 1988. (xi + 98) halaman.

SEBAGAIMANA dikatakan Prof. Mubyarto, masalah perekonomian daerah tampaknya bukan hanya belum kita pelajari secara mendalam dan sungguh-sungguh, tetapi juga kebanyakan data statistik yang diterbitkan BPS dan kantor-kantor cabangnya di daerah serta BAPPEDA, belum mampu menerangkan berbagai paradoks sosial ekonomi yang tampak (BIES, April 1987). Padahal, mengkaji masalah perekonomian daerah agaknya bukan hanya bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan daerah yang dikaji, tetapi juga dapat merupakan pembanding bagi daerah lain, terutama daerah yang karakteristiknya mirip. Penguasaan permasalahan daerah ini akan memungkinkan perbaikan dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran, yang pada gilirannya akan mampu meyakinkan Pusat. Demikianlah, buku yang memusatkan perhatian pada ketimpangan pertumbuhan di Sumatera Utara ini agaknya tidak hanya patut menjadi perhatian pemerintah daerah propinsi Sumatera Utara (Sumut) dan pihak-pihak yang terkait dengannya, termasuk Pusat, tetapi juga propinsi-propinsi lain yang memiliki kecenderungan serupa. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan, adalah: di manakah letak ketimpangannya? apakah penyebabnya? dan lebih penting lagi, kalau mungkin, bagaimana upaya untuk menanggulanginya? Dalam kaitan inilah kehadiran buku The North Sumatran Regional Economy ini menjadi cukup bermakna.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan