Prisma

Sumbangan W. Arthur Lewis kepada Ilmu Ekonomi*

Analisis Faktor Tenaga Kerja dalam Pembangunan

PERHATIAN utama ilmu ekonomi dewasa ini adalah pada pembangunan ekonomi, yakni upaya pencapaian kenaikan pendapatan per kapita yang berkesinambungan bagi berjuta-juta penduduk yang hidup di negara-negara Dunia Ketiga. Arti penting permasalahan ini telah membawa para ekonom dalam tiga dasawarsa terakhir untuk kembali kepada teori Adam Smith mengenai “penyelidikan ke dalam hakekat dan sebab-sebab kekayaan bangsa-bangsa” yang telah mereka tinggalkan selama abad yang lalu, yaitu pengamatan terhadap alokasi sumber daya tertentu serta stabilitas kesempatan kerja dan pendapatan dari masyarakat yang sedang berkembang. Di antara banyak pakar ekonomi ternama yang secara mencolok telah memberi banyak sumbangan kepada bidang studi ekonomi yang sekarang menjadi penting lagi itu adalah Profesor W. Arthur Lewis, pakar ekonomi pembangunan yang sangat terkenal dari Universitas Princeton, AS. Tulisan ini bermaksud menguraikan secara singkat dan menilai hakekat serta arti penting sumbangan pemikiran dari pemenang Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi tahun 1979 itu.

Mengukir Karier dari Manchester

Arthur Lewis lahir di pulau St. Lucia, India Barat pada tahun 1915. Dia belajar pada London School of Economics, Inggris, memperoleh gelar doktornya pada tahun 1940, dan mengajar di universitas tersebut hingga beberapa tahun sesudah PD II. Tiga buah bukunya yang pertama diterbitkan pada periode tersebut. Economic Survey 1919-1939 (Allen and Unwin, 1949) mulanya merupakan serangkaian kuliah untuk memberikan para mahasiswa pengetahuan tentang latar belakang sosial-ekonomi yang terjadi pada Zaman Depresi. Akan tetapi, seperti dikatakannya dalam kata pengantar, bermula dari awal yang sederhana kemudian tumbuh menjadi “usaha yang sangat ambisius untuk menjelaskan keadaan tahun-tahun antar perang dalam suatu kerangka sejarah ekonomi dunia.” Perhatian kepada “sejarah ekonomi dunia” ini ternyata tetap bersama Lewis sepanjang kariernya, seperti ditandai oleh kenyataan bahwa bukunya yang terakhir, yang diterbitkan tiga dasawarsa kemudian, dipersembahkan untuk menggambarkan evolusi ekonomi dunia dari 1870 hingga 1913. Salah satu kekuatan utama dari karya-karyanya dalam studi ekonomi pembangunan adalah dia tidak pernah menganggap permasalahan negara-negara sedang berkembang secara terpisah tetapi selalu dalam konteks perekonomian dunia, sebagai salah satu sub-sistem ekonomi internasional yang saling tergantung.

Juga mulai periode tersebut adalah buku Overhead Costs (Allen and Unwin, 1950), kumpulan esei mengenai penerapan teori harga terhadap permasalahan organisasi industri dan pelayanan umum. Bagian mengenai “tarif dua-bagian” (two-part tariff) untuk penentuan harga listrik dan pelayanan telepon memberikan analisis yang jelas mengenai permasalahan tersebut. Terdapat juga model yang sangat menarik mengenai “persaingan dalam perdagangan eceran” yang membahas pertanyaan jumlah optimal dari toko-toko eceran. Penyelesaian yang diusulkan, dalam pengertian perimbangan skala ekonomis terhadap kenyamanan konsumen memperoleh sejumlah besar saluran pembelian, merupakan antisipasi terhadap hasil studi yang belakangan dikerjakan oleh Lancaster dan kawan-kawan mengenai keragaman produk yang optimal. Buku ketiga dalam periode London ini adalah Principles of Economic Planning (Allen and Unwin, 1949), merupakan pembahasan awal dari masalah perencanaan ekonomi di negara sedang berkembang.


* Diterjemahkan oleh Boediono, dari “On W. Arthur Lewis’ Contributions to Economics,” dalam Scandinavian Journal of Economics, 1980.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan