SEMUA indikator ekonomi makro menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia yang pulih kembali pada tahun 1988 akan terus tumbuh pada tahun 1989, dan perkembangan kenaikan ini juga akan terlihat dalam tahun ini. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan akan semakin cepat, dengan ekspor non-migas dan permintaan dalam negeri sebagai pasangan dari sumber pertumbuhan. Prospek anggaran juga diperkirakan cerah, karena penerimaan migas dan penerimaan pajak non-migas cenderung meningkat. Harga migas yang lebih tinggi juga membantu memperkokoh neraca pembayaran. Ekspor non-migas yang melambat dan pertumbuhan impor yang tinggi menyebabkan defisit transaksi berjalan sulit diperkecil, tetapi penanaman modal yang meningkat dalam industri ekspor dan di dalam negeri dapat mendorong ekspor non-migas dan kegiatan substitusi impor yang lebih besar.
* Artikel ini adalah terjemahan dari Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES).