Prisma

Swadaya Pemuda Membangun Koperasi Tani Di Desa Jawa Barat

Pendahuluan

Untuk pemuda Indonesia, terutama para mahasiswanya, tahun 1966 adalah suatu masa yang sangat mengesankan. Pada waktu itu terasa adanya kepastian fungsi pemuda di dalam masyarakat. Idealisme dan enersi yang ada pada tubuh pemuda mendapatkan saluran, arah dan tujuannya yang jelas. Tritura dan hasrat menegakkan Keadilan dan Kebenaran merupakan tujuan perjuangan yang memberikan arti, nilai dan makna yang pasti bagi perjuangan dan pengorbanan yang harus diberikannya.

Pertengahan tahun 1967 agaknya merupakan permulaan dari timbulnya suasana ketidak pastian, di mana kebijaksanaan-kebijaksanaan politik pemerintah Orde Baru seolah-olah memberi kesan mencairkan kepastian nilai-nilai, arti dan makna perjuangan serta pengorbanan tadi. Rasa tidak puas bermunculan, pemuda tampaknya mulai kehilangan identitas, kepercayaan dan harga dirinya. Usaha-usaha dari pemuda sendiri untuk menyatukan dan memastikan kembali arti, nilai dan tujuan perjuangannya selalu macet dan digagalkan oleh kepentingan pribadi atau golongan, digagalkan oleh sikap “menyelamatkan diri sendiri”. Di fihak lain suasana dan situasi masyarakat yang diciptakan penguasa Orde Baru selanjutnya, dirasakan mempersempit jalan bagi pemuda untuk mengambil peranan yang konstruktif dalam masyarakat sesuai dengan cita-cita, makna dan nilai tujuan perjuangannya dulu. Keadaan ini mempercepat proses kebingungan orientasi dan terjadi semacam disintegrasi di kalangan pemuda.

Dalam keadaan seperti itu sebagian besar pemuda/mahasiswa secara pribadi maupun kelompok, menyesuaikan diri dengan suasana dan situasi masyarakat dan meningkatkan sama sekali atau sebagian dari cita-cita perjuangannya, tapi ada pula yang secara pribadi maupun kelompok mencoba terus dengan berbagai cara, memperjuangkan cita-citanya dulu. Aksi-aksi protes, kritik-kritik, kegiatan kontrol sosial ataupun dengan cara mengerjakan hal-hal kongkrit yang secara langsung dapat dilihat dan dirasakan hasilnya oleh masyarakat maupun pemerintah — seperti terjun di bidang pers, pembinaan hukum, pendidikan politik, pengembangan tehnik, dan lain-lain — merupakan beberapa cara yang ditempuh oleh kelompok maupun individu yang disebut terakhir tadi.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan