Prisma

Tapak Raksasa: Koperasi Membawa Lampu ke Pedesaan

Clyde T. Ellis, Langkah Raksasa. New York: Rumah Acak, 1966.

Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar seratus tahun yang lampau, tepatnya di tahun 1879. Dengan benda sederhana ini ia sebenarnya membawa revolusi. Kapitalisme di Amerika Utara dan sosialisme di Rusia, bertemu di bawah cahaya lampu: keduanya mengingini industrialisasi lewat elektrifikasi. Lenin menggambarkan cita-cita Bolsheviknya, antara lain dengan hiasan lampu yang menerangi rumah-rumah penduduk dan tentu saja juga di pabrik-pabrik. Dan karena itu di Rusia, masalah menyalakan lampu ke seluruh pelosok negeri langsung diambil alih oleh negara. Tapi di Amerika Serikat, bola lampu yang mudah diperdagangkan itu, langsung menjelma menjadi gambaran laba besar dalam kepala kaum wiraswasta. Masalahnya adalah bahwa untuk bisa menjadi barang murah listrik harus diproduksi secara besar-besaran dan dikonsumsi secara besar-besaran pula. Tapi siapa yang bersedia membiayainya? Keputusan untuk menjawab soal ini di negara sosialis telah tersedia: negara. Tapi di negara-negara kapitalis, persoalan ini menciptakan konflik tersendiri, justeru mengenai perlu tidaknya pemerintah turut campur tangan. Oleh karena sejak semula kekuatan ekonomi swasta telah jauh langkahnya dalam menguasai jalur utama produksi dan distribusi listrik. Pengembangan barang hasil penemuan Edison ini kemudian menciptakan sejarahnya sendiri, setidak-tidaknya di Amerika Serikat sebagai yang dikisahkan oleh Clyde T. Ellis secara dramatis dalam bukunya A Giant Step.

Sejarah listrik menurut Hugh Quigley, dapat diperinci dalam tiga tahap: masa eksperimental yang mencakup tahun-tahun 1880-1910; kemudian berkembang pesat dan melakukan penetrasi ke dunia perdagangan pada periode 1910-1920 ketika struktur industri lebih cenderung untuk mempergunakan tenaga listrik daripada energi apa pun lainnya; dan sejak tahun 1920-1930, elektrifikasi mulai memasuki rumah-rumah kediaman, tapi babakan baru yang amat penting ini, hanya terjadi di negara-negara yang tergolong maju pada waktu itu, yaitu di Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggeris dan beberapa negara Eropa Barat dan juga di Rusia yang sudah bernaung dalam sistem sosialisme. Kisah listrik dalam A Giant Step dimulai ketika Franklin Delano Roosevelt, lewat penalaran The General Theory-nya John Maynard Keynes, sedang berusaha mengatasi malaise 1929-1933 dan menghidupkan lagi perekonomian dengan jalan membiayai perkembangan sumber-sumber alam serta mempekerjakan kaum penganggur. Moral cerita yang diusahakan hendak dikemukakan oleh Ellis, saya kira akan lebih bisa ditangkap dengan melihat latarbelakang perkembangan di Amerika Serikat sebagai berikut.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan