Terwujudnya masyarakat masinal di negara-negara industri maju merupakan perwujudan cita-cita teknokrasi yang sebelumnya dianggap utopian. Revolusi manajerial dan matematisasi ilmu ekonomi positif yang empiris telah menjembatani kontradiksi antara bisnis dan industri. Melalui ekspansi kapitalisme, menurut M. Dawam Rahardjo, doktrin dan praktek teknokrasi yang masuk ke negara-negara Dunia Ketiga, ternyata hanya membentuk satelit manajemen dari perusahaan multinasional (MNC) dan birokrasi elitis, yang pada tingkat masyarakat telah menciptakan komoditisasi tenaga kerja, marjinalisasi dan alienasi.