Di tengah perubahan sosio-budaya dewasa ini, teknologi sederhana orang awam banyak yang jadi usang dan digusur berbagai ragam teknologi canggih. Perubahan ini membawa konsekuensi jauh: terjadi pemilikan, penguasaan dan pengendalian teknologi secara eksklusif oleh kelas elite. Teknologi canggih, tulis Soetandyo Wignjosoebroto, memihak pada yang kuat dan berkuasa, serta tak acuh akan yang kecil dan underdog. Tapi menurut penulis, yang harus dicemaskan adalah sikap manusia dan kebijaksanaan organisasi manusia yang berkuasa. Teknologi, sekali-kali tiadalah dapat dikendalikan dengan teknologi lain, melainkan dengan antitetiknya: moral.