Prisma

Telaah | Pengembangan Sumberdaya Manusia Menjelang PJP II

Dunia pendidikan sebagai sarana utama untuk mencerdaskan bangsa patut diberikan perhatian, apalagi Indonesia akan memasuki sebuah zaman yang dianggap penting. Konsep “keterkaitan dan kesepadanan” (link and match) yang dipakai diyakini begitu penting bagi masa depan pembangunan sistem pendidikan di Indonesia. Artikel ini mencoba menyoroti sekaligus mengaitkan struktur persediaan tenaga kerja keluaran pendidikan dengan struktur kesempatan kerja menurut jenjang pendidikan. Menurut Ace Suryadi, sistem pendidikan Indonesia semakin efisien jika struktur tenaga kerja yang disediakan sistem pendidikan selaras dengan lapangan kerja.

Latar Belakang Permasalahan

Salah satu tema pokok pembangunan pendidikan sejak Repelita I ialah peningkatan relevansi pendidikan, yaitu “kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan pembangunan.” Tema tersebut terus dipakai dari Repelita ke Repelita seolah-olah sudah melekat di dalam pembangunan nasional sektor pendidikan. Penjabarannya perlu dilakukan secara lebih jelas agar dapat mengurangi ketidakpastian dan sekaligus menjadikan istilah “relevansi pendidikan” tidak semata-mata bersifat retorika. Melalui penjelasan dan penjabaran secara operasional menjadi kan relevansi pendidikan sebagai tema yang lebih bermakna.

Upaya pengejawantahan tersebut secara gamblang mulai diperkenalkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan konsep “Link and Match.” Konsep tersebut merupakan “trigger” sangat berarti untuk menempatkan tema relevansi selangkah lebih jelas.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan