Implikasinya bagi Pengembangan SDM
Istilah link and match antara dunia pendidikan dan industri beberapa tahun belakangan semakin sering terdengar. Di sisi lain, terjadi perubahan cepat dalam perekonomian dunia dengan implikasi berkembangnya berbagai jenis pekerjaan yang menuntut pengetahuan dan keterampilan sangat tinggi. Sementara fenomena yang tersisa pada akhir 1980-an menunjukkan ketimpangan yang lebar antara keabliaan yang diperoleh dari dunia pendidikan dengan jenis pekerjaan.
Ketimpangan dan pengangguran tentunya berkorelasi negatif dengan upaya peningkatan mutu dan efisiensi eksternal yang pada gilirannya mengurangi produktivitas. Karena itu sistem pendidikan harus sungguh-sungguh dibenahi agar responsif dengan kebutuhan pasar kerja.
Populernya istilah link and match beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa dunia pendidikan selama ini mendapat tantangan yang menarik untuk senantiasa mengaitkan program dan menyelaraskan hasil-hasilnya dengan kebutuhan dunia industri. Beberapa masalah yang menonjol pada akhir dekade 80-an antara lain adalah fenomena ketimpangan antara keahlian yang diperoleh dari dunia pendidikan dengan jenis pekerjaan yang antara lain ditunjukkan oleh gejala meningkatnya pengangguran tenaga kerja terdidik. Masalah ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor terutama distorsi ekonomi, membanjirnya lulusan pendidikan, menciutnya lapangan kerja, dan belum responsifnya program-program pendidikan terhadap tuntutan kebutuhan industri.
Pembangunan besar-besaran pendidikan dasar sejak tahun pertama Repelita I tahun 70-an pada gilirannya menimbulkan booming lulusan sekolah lanjutan dan Perguruan Tinggi pada dekade 80-an,1 sementara kemam-
puan ekonomi untuk menyerap lulusan itu justru makin melemah sejak jatuhnya harga minyak.2 Kapasitas pendidikan dalam menghasilkan jumlah lulusan terus membesar, namun dari sisi kualitas dan jenis keahlian belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha dan industri yang selalu berubah dan berkembang dari waktu ke waktu.3
Pada sistem pendidikan tinggi negeri ditemukan kondisi yang cenderung masih terkesan kaku; kurang peka terhadap kebutuhan nyata lapangan kerja industri. Untuk membuka jurusan baru atau menutup jurusan yang sudah jenuh sangat tidak mudah karena berbagai faktor seperti; prosedur birokrasi, kredensialisme, variasi geografis dan lainnya. Kondisi yang lebih luwes bahkan ditemukan pada institusi-institusi pendidikan swasta dalam menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dari waktu ke waktu.4
Adanya permasalahan ketimpangan dan pengangguran tenaga kerja terdidik sudah pasti berkorelasi negatif dengan upaya peningkatan mutu dan efisiensi eksternal sebagai salah satu petunjuk adanya Resource Misallocation, menambah beban sosial (Social Cost) yang pada gilirannya akan mengurangi produktivitas.5 Mismatch membawa implikasi yang berlawanan dengan prinsip pepatah klasik the right man on the right place. Karena itu, sistem pendidikan harus dibenahi agar responsif dengan kebutuhan pasar kerja yang antara lain dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum, penyesuaian jurusan-jurusan, dan penerapan sistem ganda yang bekerja sama dengan dunia industri. Perkembangan yang akan terjadi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang harus sudah dapat diantisipasi sedini mungkin. Perkembangan dalam jangka menengah antara lain memasuki tahapan tinggal landas dalam Repelita VI, sedangkan dalam jangka panjang adalah pola pembangunan yang berkelanjutan, pemberlakuan GATT tahun 2020 serta munculnya kawasan perdagangan bebas seperti NAFTA, AFTA, MEE, APEC.
1 Pusat Informatika Balitbang Dikbud, Statistik Pendidikan Pada Setiap Jenis dan Jenjang Pendidikan (Beberapa Tahun).
2 Lihat, Sayuti Hasibuan, Changing Manpower Requirements in The Face of Non-Oil Growth, Labor Force Growth and Fast Technological Change (Jakarta: Bappenas, 1987).
3 David H. Clark, How Secondary School Graduates Perform in the Labor Market: A Study of Indonesia, World Bank Staff Working Paper #615., Washington D.C., 1983; Payaman J. Simanjuntak, The Market for Educated Labor in Indonesia: Some Policy Approaches, Ph.D. Dissertation, Boston University, 1981.
4 Paragraf ini disimpulkan dari studi yang dilaksanakan oleh IEES dan Balitbang Dikbud yang berjudul “Educational Sector Review,” Chapter VI, mengenai Pendidikan Tinggi di Indonesia, Jakarta, 1986.
5 Lihat, Peter M. Blau dan Otis Dudley Duncan, The American Occupational Structure (New York: The Free Press MacMillan Publishing Company Inc., 1967).