Sejarah Indonesia sampai awal abad XX merupakan periode yang terisi penuh berbagai perubahan. Intensifikasi penetrasi Barat yang masuk melalui perusahaan-perusahaan perkebunan tampak sangat terkait dengan proses tersebut. Perubahan sosial-ekonomi juga berlangsung di wilayah Jember. Tulisan ini mengungkap hal itu dengan melihat simbiosis antara sektor perkebunan kapitalis dengan sektor pertanian subsisten. Kasus di Jember menampilkan gambaran yang berbeda. Pertanian subsisten di wilayah ini justeru mengalami peningkatan secara signifikan di tengah-tengah sektor perkebunan kapitalis yang makin membesar. Di samping itu perkebunan kapitalis juga menciptakan peluang serta merangsang petani untuk terlibat lebih aktif dalam produksi komoditas ekspor.
Abad XIX dan XX dalam sejarah Indonesia sering dilukiskan sebagai suatu periode berlangsungnya perubahan-perubahan besar di berbagai wilayah Indonesia. Gambaran semacam ini, misalnya, diberikan oleh berbagai ahli.1 Bahkan dalam karya monumental Sartono Kartodirdjo, yang menaruh perhatian terhadap tema berbeda sekalipun, dapat ditemukan penegasan serupa.2
* Tulisan ini diringkas dari hasil penelitian berjudul “Economic Change in Jember 1859-1942” yang disponsori The Committee on Summer Course in Indonesian Modern Economic History. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada Dr. J. Thomas Linblad (Leiden University) dan Dr. David E.F. Henley (KITLV) atas semua komentar kritis serta bantuan yang telah diberikan. Terima kasih secara khusus juga saya sampaikan kepada Dr. Bambang Purwanto (UGM) atas bantuan dan kepercayaan yang telah diberikan.
1 Lihat, W.F. Wertheim, Indonesian Society in Transition: A Study of Social Change (Bandung: Sumur Bandung, 1959); Selo Soemardjan, Perubahan Sosial di Yogyakarta, edisi ke-3 (Yogyakarta: Gadjah Mada University, 1990); Kuntowijoyo, “Social Change in an Agrarian Society: Madura, 1850-1940,” disertasi Columbia University, New York, 1980; Suhartono, Apanage dan Bekel: Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930 (Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 1991); R.E. Elson, Village Java Under Cultivation System 1830-1970 (Sydney: ASAA in association with Allen and Unwin, 1994).
2 Sartono Kartodirdjo, Pemberontakan Petani Banten 1888 (Jakarta: Pustaka Jaya, 1984), hal. 13.