
Gunnar Myrdal, Bangsa-bangsa Kaya dan Miskin, terjemahan dari Development and Underdevelopment, oleh Paul Sitohang, Jakarta: Yayasan Obor dan PT Gramedia, 1976, 238 halaman.
Buku ini merupakan suatu karya klasik tentang masalah pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, khususnya yang menyangkut masalah perataan pendapatan. Myrdal mengkonstatir bahwa kepincangan atau “ketidakmerataan” ekonomi yang terjadi sekarang ini pada tingkat internasional (yaitu kepincangan antar-negara) dan nasional (kepincangan antar-daerah) adalah sebagian besar disebabkan oleh pengembangan yang salah dari teori ekonomi, yang dalam penerapannya mengakibatkan kekeliruan pula pada penyusunan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi nasional maupun internasional. Umpamanya, teori tentang penyesuaian yang otomatis dalam sistem pasar keseimbangan yang stabil (stable equilibrium) dan kecenderungan pemisahan yang mutlak antara faktor ekonomi dan non-ekonomi. Teori ekonomi yang dikembangkan di dunia Barat yang sering mengandung kesalahan dipakai begitu saja oleh ahli-ahli ekonomi di negara sedang berkembang.
Myrdal menyajikan teori lain yang mengekiki kesalahan dasar dari teori ekonomi tersebut yakni apa yang disebut geiala “kausasi sirkuler” (circular causation—hubungan sebab akibat yang melingkar) dan “kumulatif”. Kausasi sirkuler menunjukkan bahwa masalah ekonomi berkaitan dengan masalah-masalah lain, termasuk yang disebut non-ekonomi. Kaitan itu merupakan jaringan lingkaran yang membesar, yang tidak menuju keseimbangan. Prinsip kumulatif menunjukkan bahwa mekanisme sistem ekonomi tidak bekerja atas dasar “keseimbangan yang stabil”, artinya apa yang pincang tidak akan mengoreksi sendiri atau kembali pada keseimbangan, melainkan menjurus ke arah kumulasi, makin membengkok atau bergerak menuju kepincangan yang semakin parah. Teori ini rupanya ada benarnya, jika kita bandingkan dengan ucapan bahwa “yang miskin akan makin miskin, dan yang kaya makin kaya”, suatu perkembangan ekonomi yang terjadi baik di lingkungan internasional maupun nasional.