Prisma

Teori | Perspektif Public Choice Jembatan antara Ekonomi dan Politik

Keterpisahan antara ilmu ekonomi dan ilmu politik telah berlangsung lama sehingga keduanya tidak mampu memberikan kesimpulan yang sama tentang obyek yang ditelaah. Ilmu ekonomi hanya menelaah aspek kelembagaan pasar tanpa menyentuh kelembagaan sosial nonpasar. Sebaliknya ilmu politik sangat miskin kerangka analisanya untuk melihat fenomena ekonomi atas dasar institusi pasar. Perspektif Public Choice muncul sebagai jembatan yang bisa menganalisa masalah di luar kerangka analisa yang bertumpu pada fenomena pasar.

Ilmu ekonomi dan ilmu politik secara sistematis di dalam sejarah perjalanannya makin terpisah dan menjauh satu sama lain. Masing-masing pihak, yang diwakili ahli ilmu ekonomi dan ahli ilmu politik, melakukan penalaran dan pencarian teori dengan pendekatan yang berbeda, sehingga bermuara pada bentuk paradigma ilmu dan output yang berlainan. Satu sama lain saling tidak bertemu sehingga ketika dua kelompok ilmuwan tersebut membahas masalah yang sama sekali pun, hasilnya jauh berbeda dan sulit diperbandingkan.

Fakta dan perkembangan ini menunjukkan bahwa sub-sub ilmu sosial saling menjauh satu sama lain karena fokus perhatian dan kerangka analisa yang makin spesifik. Ilmu-ilmu sosial dengan berbagai cabangnya, termasuk ilmu ekonomi, akhirnya berdiferensiasi secara terkotak-kotak sehingga sulit mencapai titik temu, meskipun ada kesamaan subyek atau obyek yang ditelaah. Ilmu ekonomi misalnya hanya menelaah aspek kelembagaan pasar (market institutions) dari berbagai fenomena ekonomi sehingga tidak bisa menyentuh kelembagaan sosial yang bukan pasar (nonmarket institutions). Sebaliknya, ilmu politik dan ilmu sosial lainnya sangat miskin kerangka analisa untuk melihat fenomena ekonomi, yang didasarkan pada institusi pasar.

Pandangan Buchanan

Sebagai pemikir, James Buchanan berusaha menerangkan konsep public choice tidak sebagai teori yang sempit, melainkan sebagai sebuah perspektif. Disebut “perspektif public choice” agar dalam pembahasan dan pemberian makna terhadap konsep public choice bisa membantu penganalisa untuk memperoleh fokus pada catatan umum tentang konsep ini.1n^$1^n$^

Buchanan memulai dengan definisi negatif, yakni tentang apa yang bukan merupakan arti public choice. Public choice bukanlah metode dalam arti biasa dan bukan juga seperangkat alat analisa. Public choice adalah sebuah perspektif untuk bidang politik yang muncul dari pengembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi terhadap proses pengambilan keputusan kolektif dan berbagai fenomena nonpasar. Tetapi diakui bahwa keterangan ini tidak cukup memberi deskripsi yang lengkap karena untuk mencapai suatu perspektif bagi politik seperti ini diperlukan pendekatan ekonomi tertentu.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh ilmu ekonomi? Untuk menjawab masalah ini, Buchanan mengembangkan paradigma ilmu ekonomi dalam konsep “Catallacxy,” yakni ekonomi sebagai ilmu pertukaran. Ekonom seharusnya memaksimumkan kekayaan paradigmanya dari tempat dominannya selama ini sehingga definisi disiplin ilmu ini tidak hanya dalam kerangka atau terminologi hambatan kelangkaan sumber-sumber ekonomi saja. Kita dapat mengubah definisi menjadi lebih luas dan kuat dengan menghentikan kegalauan terhadap makna disiplin ilmu hanya untuk melihat optimasi alokasi sumber-sumber ekonomi yang langka. Menurut Buchanan, ekonom perlu mulai memberi makna dan mengaplikasikan disiplin ilmu sesuai asalnya dengan konsentrasi pada akar filosofi, ‘properties‘, dan lembaga pertukaran (institutions of exchange). Apa yang juga pernah dianalisa Adam Smith tentang barter dan pertukaran bisa menjadi titik tanjak atau langkah awal untuk memulai pengembangan instrumen ilmu ekonomi untuk bidang-bidang, yang sangat erat terkait (bidang politik, sosial dan budaya).

Pendekatan terhadap ekonomi, yang disebut “catallacxy” sebenarnya telah dimulai oleh para pemikir abad ke XIX. Yang terbaru misalnya dari F.A. Hayek, yang menyarankan terminologi “catallacxy,” suatu pendekatan terhadap ekonomi sebagai subyek pencarian dan gambaran perhatian langsung terhadap proses pertukaran (process of exchange), perdagangan, atau perjanjian terhadap kontrak (agreement to contract). Ini betul-betul memperkenalkan prinsip tatanan spontanitas (spontaneous order) atau koordinasi spontan (spontaneous coordination), yang dianggap sebagai prinsip paling riil di dalam teori ilmu ekonomi.

Jika kita mengambil pendekatan “Catallactics” secara serius, kita lebih lanjut telah membawanya ke dalam analisa yang kompleks sebagaimana pertukaran yang sederhana. Dengan demikian, pertukaran yang kompleks tersebut didefinisikan sebagai suatu prosess ‘contractual agreement‘, yang lebih jauh maknanya daripada sekedar pertukaran dua orang yang melakukan transaksi. Penekanan akhirnya bergeser langsung ke arah semua proses perjanjian atau konsensus sukarela antara banyak orang.


1 Lihat James Buchanan, Essays on Political Economy, Honolulu: University of Hawaii Press, 1989, hal. 13-24.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan