Organisasi koperasi di Indonesia perlu dilihat dengan kacamata yang lebih tepat, sesuai dengan perkembangannya. Analisa ilmu manajemen yang struktural dan kaku tidak sesuai penerapannya pada situasi koperasi di negara berkembang yang masih jauh dari sistem manajemen yang demikian. Karenanya, metoda analisa ilmu-ilmu organisasi sosial yang lebih luwes dan serasi perlu dipelajari dan diterapkan pada kondisi permasalahan yang ada. Dalam tulisan ini, M. Amin Aziz membahas metoda-metoda tersebut dengan penekanan pada efektivitas keorganisasian koperasi.
Pendahuluan
Penelitian ini menguji beberapa hubungan antar konsep dasar dari teori turutan (teori kepatuhan) yang dikonsepkan oleh Etzioni dengan memperhatikan galat pengukuran (kesalahan pengukuran). Tekanan utama dari studi ini adalah pada analisa galat dalam peubah, suatu pendekatan statistika yang menyisihkan galat pengukuran di dalam model persamaan struktural (structural equation model). Model persamaan struktural telah banyak digunakan di dalam ilmu-ilmu sosial, terutama di dalam ilmu ekonomi dan terakhir dalam ilmu sosiologi, sosial psikologi, dan politik. Ahli-ahli ilmu sosial hampir selalu menggunakan alat-alat pengukuran yang mengandung unsur galat (kesalahan) dalam menduga parameter. Kesalahan atau ketidak-telitian itu umumnya bersumber dari galat pengukuran.
Ahli-ahli metodologi berusaha untuk mencari berbagai usaha untuk mengenyampingkan galat tersebut, dengan menyadari bahwa dalam setiap pengukuran peubah sosial akan selalu mengandung kesalahan. Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan mengembangkan beberapa metode pembetulan. Metode-metode ini antara lain adalah pembetulan menipiskan (koreksi untuk redaman) yang telah lama diikuti, pembetulan dengan analisa jejak (path analysis) yang baru berkembang, dan pembetulan dengan analisa galat dalam peubah yang lebih mutakhir. Walaupun tesis ini pada dasarnya memperbincangkan metoda-metoda tersebut di atas, tetapi ringkasan ini lebih menitik-beratkan kepada masalah substantifnya, ialah efektivitas keorganisasian koperasi.
Model teoritis efektivitas keorganisasian.
Berbagai review tentang efektivitas keorganisasian dibicarakan di dalam tesis. Pada kesempatan ini kita langsung membicarakan pandangan Etzioni tentang organisasi sosial. Ia mendasarkan klasifikasi organisasi sosial pada teori turutannya. Turutan, menurut Etzioni, terdiri daripada kekuasaan yang dijalankan/dilaksanakan oleh yang berkuasa terhadap yang dikuasai, dan orientasi pemikiran dan tingkahlaku yang dikuasai kepada kekuasaan ini. Dengan demikian studi turutan menggabung nilai-nilai struktural dan motivasi. Struktural, karena ia memperhatikan pembagian kekuasaan di dalam suatu organisasi, dan bernilai motivasi karena ia memperhatikan komitmen para pelaku terhadap organisasi itu. Teori turutan menurut Etzioni, adalah universal karena terdapat di dalam semua satuan-satuan sosial, dan merupakan unsur memusat dari struktur organisasi.
* Tulisan ini merupakan ringkasan tesis berjudul: Erros-in-Variables Analysis of Cooperative Organizational Effectiveness yang telah dipertahankan pada Universitas Negeri Iowa, Amerika Serikat, 1978. Karena redaksi meminta agar tulisan ini disajikan dalam bentuk yang lebih populer, maka ringkasan ini tidak banyak membicarakan analisa galat dalam peubah, tetapi lebih menitik-beratkan pada efektivitas keorganisasian koperasi.
Penulis berterima kasih pada team penasehat, yaitu Prof. Dr. George M. Beal, Richard D. Warren, George L. Klonglan, Earl O. Heady, Wayne A. Fuller, dan Joe M. Bohlen.